DPD Partai Demokrat Papua dan 29 DPC Pastikan Tak Terlibat KLB Deli Serdang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Plt Sekjen DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir (tengah). (Foto: Dok DPD Demokrat Papua)
Plt Sekjen DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir (tengah). (Foto: Dok DPD Demokrat Papua)

TIMIKA | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua memastikan tak terlibat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dilaksanakan di Deli Serdang, Sematera Utara, pada Jumat 5 Maret 2021.

Plt Sekjen DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir, ketika dikonfirmasi Seputarpapua.com dari Timika, Kamis (11/3/2021), juga memastikan 29 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Papua tidak terlibat KLB yang menetapkan KSP Moeldoko sebagai ketua umum.

Dawir mengatakan, pihak-pihak yang mengatasnamakan DPD maupun DPC Partai Demokrat Papua yang hadir dalam kongres itu, bukan merupakan perwakilan Demokrat Papua, melainkan berasal dari Papua Barat sebagaimana informasi yang diperoleh.

“Kita 29 DPC dari 29 kabupaten di Papua, ditambah dengan DPD Demokrat Papua, itu tidak ada satupun yang ke Deli Serdang. Kemudian yang mengaku-ngaku di Deli Serdang, ada bicara di forum mengatasnamakan Papua, itu saudara-saudara kita dari Papua Barat, bukan dari Provinsi Papua. Mereka mengatasnamakan Provinsi Papua karena dari Papua tidak hadir,” jelasnya.

Diakui Boy Dawir, memang terdapat iming-iming peserta KLB itu akan mendapatkan sejumlah uang. Namun, pihaknya bersama 29 DPC tetap tidak menghadiri kongres yang menurutnya hanya sebuah pertemuan biasa atau sekedar kumpul-kumpul.

“Tidak ada yang pergi mengikuti kegiatan itu, walau pun dalam kegiatan itu di iming-iming, dijanji nanti kasih 100 juta. Ternyata mereka-mereka yang hadir disana cuma dikasih 5 juta, nanti ribut dulu baru ditambah 5 juta lagi,” ujarnya.

Bahkan, Dawir mengungkapkan, saat ini sudah ada sejumlah peserta atau kader Partai Demokrat yang turut hadir dalam KLB itu justru telah datang dan meminta maaf ke DPP Partai Demokrat. Mereka sekaligus melaporkan terkait kegiatan yang diadakan ilegal.

“Mereka minta maaf dan melaporkan seluruh kegiatan yang terjadi, dan mereka semua ditipu oleh mereka-mereka yang lagi haus kekuasaan itu,” kata dia.

Berita Terkait
Baca Juga