DPRD Mimika Temukan Anak-anak Papua yang Tidak Bersekolah di Mile 32

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Anggota DPRD Mimika, Anthon Bukaleng dan Aloisius Paerong menemukan sejumlah anak tidak sekolah di Mile 32 Kuala Kencana pada Kamis (18/11/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)
Anggota DPRD Mimika, Anthon Bukaleng dan Aloisius Paerong menemukan sejumlah anak tidak sekolah di Mile 32 Kuala Kencana pada Kamis (18/11/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Anggota DPRD Mimika, Anthon Bukaleng dan Aloisius Paerong menyayangkan adanya anak-anak asli Papua yang masih tidak bersekolah.

Dalam Reses Tahap II Anggota DPRD Mimika Dapil V di Mile 32 Distrik Kuala Kencana pada Kamis, 18 November 2021 , Anthon dan Aloisius menemukan puluhan anak usia 9 hingga 11 tahun yang tidak mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD).

“Anak-anak ini ikut dievakuasi ke Timika saat terjadinya kontak senjata antara KKB dan aparat keamanan pada Bulan Maret 2020 lalu, tapi hingga saat ini mereka tidak didaftarkan untuk sekolah,” kata Anthon dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021).

Dijelaskannya, para orang tua kebingungan mendaftarkan anaknya masuk sekolah. Sebab kebanyakan dari orang tua ini adalah petani dan minim pengetahuan.

Selain usia SD, ada juga anak-anak lain yang usia SMP tidak bisa didaftarkan ke sekolah lantaran tidak memiliki ijazah maupun raport saat mereka pindah dari Banti.

“Hal ini menyulitkan para orang tua untuk mencari guru-guru mereka di Timika ditambah lagi pada saat mengungsi ada beberapa orang tua yang hanya bekerja sebagai petani, dan ada orang tua yang tidak bekerja,” kata Anthon.

“Makanya anak-anak ini tidak sekolah dan tiap hari hanya berkeliaran saja di kampung ini dan juga ada yang pergi mendulang di kali. Padahal anak-anak mau sekolah. Orang tuanya juga mau supaya mereka sekolah,” tambahnya.

Selain kendala dokumen, para orang tua juga mengeluh soal lokasi sekolah terdekat. Pasalnya, sekolah yang paling dekat dengan pemukiman itu berada di wilayah SP 3 dan SP 12.

“Anak-anak kami banyak yang tidak sekolah, karena sekolahnya sangat jauh. Makanya ada yang sudah usia 9 dan 11 tahun,tapi belum masuk SD. Yang lain sudah kembali ke Banti, tapi sama saja tidak sekolah, karena di sana juga sekolahnya tidak ada,” tutur Anthon meniru ungkapan warga.

Diakui Anthon, beberapa anak sudah masuk ke Sekolah Asrama Taruna Papua YPMAK; pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia agar memperoleh pendidikan SD maupun SMP. Namun yang lainnya, ingin agar anak-anak itu bersekolah di dekat pemukiman mereka.

Menanggapi ini, kedua anggota dewan ini akan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait dan Bupati Mimika untuk segera mencari solusi bagi anak-anak putus sekolah ini.

“Mereka sudah lama tinggal di Timika dengan rumah yang sudah dibangun Bupati setelah adanya kontak senjata di Banti. Tapi kasihan kalau anak-anak ada yang sama sekali tidak sekolah,” kata Anthon.

“Kami akan koordinasi ke Bupati supaya anak-anak yang putus sekolah bisa lanjut dan yang belum sekolah didaftarkan ke sekolah-sekolah yang ada di Timika,” tambah Anthon.

Sementara Aloisius menyayangkan peran Pemerintah Kampung yang membiarkan warganya tidak mengenyam pendidikan. Tapi diakuinya, untuk membangun sekolah di wilayah itu bukanlah perkara mudah.

“Untuk membangun SD di wilayah ini kemungkinan belum bisa. Bagusnya di sini dibangun sekolah usia dini serta Taman Kanak-kanak dulu, Namun Hal ini tetap kami koordinasikan bersama Pemkab Mimika,” kata Aloisius.

Reporter: Yonri
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Baca Juga