Dua Hal Utama yang Perlu Disiapkan Sebelum Bangun Rumah Sakit Jiwa

Dokter Izak Samay, Sp.KJ saat memberikan bimbingan penanganan pasien ODGJ di Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Dokter Izak Samay, Sp.KJ saat memberikan bimbingan penanganan pasien ODGJ di Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Dokter Izak Samay, Sp.KJ mengatakan ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dan disiapkan sebelum membangun sebuah rumah sakit jiwa (RSJ).

Dokter yang bekerja di RSJ Abepura, Jayapura itu mengatakan, pada umumnya, RSJ dan rumah sakit umum itu hampir sama, hanya saja pelayanan di RSJ lebih khusus ke pelayanan jiwa. Karena yang dilayani bukan orang yang sakit tetapi orang mengalami gangguan jiwa.

Ia mengungkapkan, hal utama yang harus disiapkan ialah tenaga dokter spesialis.

Dokter spesialis yang dibutuhkan bukan hanya dokter spesialis kejiwaan, tetapi juga penunjang dokter seperti dokter laboratorium, dokter radiologi, dokter anak, dokter saraf dan dokter penyakit dalam.

Selain itu, tenaga medis atau perawat juga harus dibekali basic psikologi. Perawat di RSJ harus memiliki basic psikososial agar bisa melakukan pendekatan dengan pasien.

“Dan untuk membangun RSJ itu lebih double safety agar pasien tidak lari atau tidak meninggalkan ruangan,” kata Dokter Izak saat diwawancara di Timika, Jumat (11/11/2022).

Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Cabang Papua dan Papua Barat ini mengatakan, hal kedua yang harus disiapkan ialah pusat rehabilitasi.

Dijelaskan, setelah diobati di RSJ, pasien akan kembali ke tengah masyarakat, sebelum itu pasien harus melalui tahap rehabilitasi terlebih dulu.

Pusat rehabilitasi ini harus disediakan ditengah masyarakat yang dikelola oleh stakeholder terkait seperti Dinas Sosial dan Kemenkumham. Ia mencontohkan salah satu penyebab ODGJ adalah penyalahgunaan narkotika dan orang itu harus direhabilitasi sebelum kembali ke masyarakat.

“Jadi setelah mereka sudah diobati mereka harus ke pusat rehabilitasi, disitu ada rehabilitasi fisik dan psikologi, psikologi itu psiko sosial mereka dikasih pelatihan dasar untuk mereka kembali ke masyarakat,” katanya.

Pusat rehabilitasi ini kata dokter Izac tidak bisa dipisahkan dari RSJ. Sehingga jika pemerintah ingin membangun RSJ, juga wajib membangun pusat rehabilitasi.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma
editor : Felix

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.