Dua Orang Tewas Tertembak di Nduga, Warga Minta Presiden Tarik Pasukan TNI/Polri

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Keluarga korban dan sejumlah masyarakat Kabupaten Nduga turun ke jalan melakukan aksi protes atas kasus penembakan, Senin (20/7). (Foto: Ist)
Keluarga korban dan sejumlah masyarakat Kabupaten Nduga turun ke jalan melakukan aksi protes atas kasus penembakan, Senin (20/7). (Foto: Ist)

TIMIKA | Dua orang dikabarkan tewas tertembak di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Sabtu (18/7) lalu, yang kemudian menyulut aksi unjuk rasa pada Senin (20/7).

Korban bernama Elias Karunggu (45 tahun) tewas bersama seorang anaknya Seru Karunggu (20 tahun). Oleh TNI, keduanya diklaim adalah anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Kepala Penerangan Kogabwilhan 3 Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa dari Jakarta membenarkan peristiwa tersebut ketika dikonfirmasi suarapapua.com (jaringan seputarpapua.com) pada Selasa (21/7).

Kolonel Suriastawa menjelaskan, dua warga yang berafiliasi dengan KKSB itu tewas saat dilakukan penghadangan, oleh Tim Satgas Pamtas Yonif PR 330/TD terhadap kelompok Egianus Kogoya di Kenyam, pada Sabtu (18/7) sekira pukul 15.00 WIT lalu.

Ia melanjutkan, sebelumnya telah dilakukan pengintaian dengan menggunakan teropong senjata SPR 1 AW, dan terlihat 2 orang KKSB sedang melaksanakan transaksi penyerahan senjata jenis pistol.

Dirinya mengklaim, kedua korban tersebut sempat bergabung dengan sekelompok masyarakat yang akan menyeberangi sungai dari arah Tawelma menuju Quari atas Kampung Genit, kemudian menyeberang bersamaan dengan masyarakat.

“Setelah menyeberangi sungai masyarakat langsung dijemput oleh mobil Pick Up menuju Kenyam, tetapi kedua orang KKSB tersebut tidak ikut naik mobil Pick Up,” terangnya.

Warga Unjuk Rasa

Seputarpapua.com menerima informasi dari Ndugama, bahwa pada Senin (20/7) keluarga korban bersama sejumlah masyarakat Kabupaten Nduga telah turun ke jalan melakukan aksi protes atas kasus penembakan ini.

Dalam aksi tersebut, masyarakat meminta pemerintah Indonesia bertanggungjawab terhadap seluruh insiden penembakan dan kekerasan, yang kini menyulut perlawanan dari warga Papua di Ndugama.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Baca Juga

BERITA TERBARU