Dua Putri Cantik ini akan Membawa Baki Bendera Dalam Upacara HUt ke 77 RI di Mimika

Marlin Santiana Tenawe (kanan) dan Beatrix Putri Nababan (Kiri). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Marlin Santiana Tenawe (kanan) dan Beatrix Putri Nababan (Kiri). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dalam momen upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) selalu menjadi pusat perhatian, terlebih sang pembawa baki.

Dua putri cantik ini terpilih menjadi pembawa baki pada upacara HUT ke 77 RI di Mimika.

Dua siswa yang sama-sama bersekolah di SMA Negeri 1 Mimika ini adalah Marlin Santiana Tenawe dan Beatrix Putri Nababan.

Marlin Santiana Tenawe yang lahir pada 25 Agustus 2006 ini adalah putri ke 3 dari pasangan Yustinus Tenawe dan Martha Sahertian. Ia diberikan kepercayaan membawa baki pada saat upacara kenaikan bendera pada 17 Agustus 2022 nanti.

“Awalnya tidak ada pikiran untuk bawa baki karena memang tidak terlalu berharap kesana tapi Puji Tuhan dipilih dipercaya untuk pegang Baki,” kata siswi yang bercita-cita menjadi Polwan ini.

Ia dengan mantap mengatakan dirinya harus selalu siap menjalankan perintah untuk bisa mensukseskan pengibaran Bendera Merah Putih di Kabupaten Mimika.

“Semua harus diterima tanpa mengeluh. Membawa baki tentu jadi pusat perhatian setiap upacara, dari sisi mental memang kami dilatih kalau percaya diri pasti semua akan bisa berjalan dengan baik,” ucap gadis berdarah Kamoro-Ambon ini.

Gadis bersenyum manis yang bercita-cita menjadi Polwan ini juga mengaku sejak terpilih berdiri dalam deretan Paskibra ia juga belajar dari sang kakak yang juga pernah menjadi pembawa baki di Mimika sehingga semakin menambah pengetahuannya.

“Harapan saya kalau pelaksanaan semoga lancar tidak ada kekurangan, nama Paskibra angkatan 77 bisa baik, tidak ada teguran, terus membanggakan nama sekolah terutama Bapa dan Mama (orang tua),” pungkasnya.

Sementara itu, Beatrix Putri Nababan mengaku sempat kaget karena terpilih menjadi pembawa baki. Sebab sebelumnya ia berada di posisi pasukan 17.

“Awalnya saya hanya pasukan 17 cuman ada teman saya karena sakit jadi saya gantikan, saya tidak terpikirkan sampai ke pembawa baki, rupanya saya diganti jadi pembawa baki penurunan bendera nanti,” katanya.

Gadis bertinggi 179 cm ini lahir dari pasangan Saud Nababan dan Maria Mulu. Ayah dari Beatrix adalah seorang peternak. Beatrix mengaku penampilan nanti saat 17 agustus dipersembahkan untuk orang tua tercinta.

“Harapannya semoga nanti waktu pelaksanaan bisa lancar sesuai bisa menjadi kebanggaan orang tua dan sekolah,” katanya gadis yang akan genap berusia 16 tahun pada 17 November nanti.

Baik Beatrix maupun Marlin memiliki rambut yang panjang, ketika ditanya resiko yang harus dihadapi adalah rambutnya dipotong pendek keduanya kompak tegas mengatakan tetap mengikuti aturan.

“Selama ini memang rambut panjang, tapi jika harus dipotong jadi ikhlaskan saja,” ucap keduanya.

 

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.