Dua Saksi Diperiksa, Pembunuh Nenek dan Cucunya di Mimika belum Diketahui

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq. (Foto: Arifin Lolialang/Seputarpapua)
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq. (Foto: Arifin Lolialang/Seputarpapua)

TIMIKA | Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain terkait tewasnya seorang nenek bersama cucunya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Korban bernama Wena Kogoya (59 tahun) dan Alberto Micael Kogoya (4 tahun) itu, menjadi korban aksi pembunuhan oleh orang tidak dikenal (OTK) dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia didalam kamar salah satu rumah di kompleks sekolah dasar di Jile Yale, Distrik Kwamki Narama pada 1 Januari 2024.

Kepala Satuan Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq mengatakan, meski telah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi yang merupakan anak dan menantu korban, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya. Sebab, sejauh ini pelaku pembunuh nenek dan cucunya belum diketahui.

“Kami telah melakukan pendekatan dengan pihak keluarga, kiranya dapat membantu untuk pemeriksaan saksi-saksi. Memang ada beberapa orang yang nantinya kami akan mintai keterangan lagi,” kata Iptu Fajar Zadiq saat dikonfirmasi, Selasa (2/1/2024).

Saat ini, kata dia, tempat kejadian perkara (TKP) masih dijaga ketat oleh pihak keamanan untuk menjaga orang lain tidak masuk.

“Karena TKP masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang nenek bersama cucunya menjadi korban aksi pembunuhan oleh OTK pada Senin, 1 Januari 2023.

Korban disebut dibunuh lantaran dari hasil visum sementara ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang menggunakan alat tajam. Namun, motif pembunuhan ini belum diketahui begitu juga pelakunya.

Dari keterangan saksi yang merupakan menantu korban, saksi menyampaikan sekitar pukul 05.30 WIT sempat mengantarkan makanan ke rumah Wena Kogoya.

Setelah sampai di rumah korban dan masuk ke dalam kamar, saksi melihat kedua korban masih tertidur lantaran situasi masih gelap.

Saksi kemudian tidur disamping korban Alberto Micael Kogoya. Namun, pada saat memegang kepala korban, saksi merasa tangannya basah. Kemudian ia melihat tangannya yang ternyata adalah darah korban.

Saksi kemudian berlari keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan kepada siapa saja yang mendengar teriakannya.

penulis : Arifin Lolialang
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan