Dukcapil Mimika Sosialisasi Pencatatan Nikah, Cerai dan Rujuk

Sosialisasi pencatatan nikah, talak, cerai dan rujuk oleh Dinas Dukcapil Mimika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA, Seputarpapua.com | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah memberikan sosialisasi urusan pemerintahan di bidang pencatatan nikah, talak, cerai dan rujuk kepada kepala distrik, lurah, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sosialisasi ini berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Senin (8/7/2024).

Disdukcapil bersinergi dengan Pengadilan Negeri Mimika, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, KUA dan FKUB, tokoh agama, untuk mensosialisasikan pencatatan nikah, talak, cerai dan rujuk.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, pada Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan, Disdukcapil mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang kependudukan dan Pencatatan sipil serta tugas lainnya.

Pencatatan perkawinan bertujuan mewujudkan ketertiban perkawinan dalam masyarakat, baik perkawinan yang dilaksanakan berdasarkan hukum Islam maupun perkawinan yang dilaksanakan oleh masyarakat yang tidak berdasarkan hukum.

Yoga menambahkan, pencatatan perkawinan merupakan upaya untuk menjaga kesucian dan melahirkan kata nikah yang masing masing dimiliki oleh suami dan istri. Tersebut dapat digunakan oleh masing masing pihak bila ada yang merasa dirugikan dari adanya ikatan perkawinan untuk mendapat haknya.

“ Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu dan memperjelas lagi bagaimana proses yang berlaku berkaitan dengan pencatatan nikah, talak, cerai dan rujuk bagi masyarakat Mimika,” kata Yoga.

Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo mengatakan, dalam sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan agar kedepannya bisa memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat.

Tujuan lain ialah agar semua pencatatan nikah, cerai dan rujuk ini bisa dilaksanakan sesuai aturan, karena ini sudah menjadi problematika keumatan yakni muncul fenomena di masyarakat tentang nikah sirih, nikah beda agama, bertalak, bercerai dan lainnya.

“Harapan kita ini tidak hanya sampai di sini, pemerintah terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Dan pada prinsipnya bagaimana pernikahan itu sah secara agama dan sah di catatatkan secara negara,” katanya.

Slamet menambahkan, dari semua sosialisasi yang dilakukan, Dukcapil tetap membutuhkan dukungan kerja sama dari semua tokoh masyarakat, tokoh agama untuk sama-sama membangun kesadaran masyarakat agar memiliki dokumen kependudukan, untuk memudahkan pelayanan publik.

penulis : Anya Fatma
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan