seputarpapua.com

Dukung Ekonomi Lokal, Kemendes akan Bangun 752 Homestay di Kawasan MotoGP Mandalika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Abdul Halim Iskandar
Abdul Halim Iskandar

JAKARTA | Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Selasa (3/11) mengikuti Rapat Koordinasi membahas Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rapat koordinasi yang dilakukan secara virtual ini, dipimpin langsung oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan secara virtual.

Pada rapat secara virtual tersebut, di Kawasan Pariwisata Super Prioritas Mandalika, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) diberikan tugas untuk mengembangkan empat kabupaten disekitar kawasan itu dan 787 desa, dengan alokasi anggaran Rp9,4 Miliar.

Dari tugas tersebut, Gus Menteri, sapaan akrabnya menuturkan, Kemendes PDTT akan mengorientasikan multiplier effect even MotoGP untuk membantu warga desa dan mengembangkan ekonomi lokal.

Langkah ini dilakukan dengan membangun homestay, digitalisasi promosi, dan pemasaran kultur maupun keindahan di kawasan pariwisata Mandalika.

“Kemendes PDTT juga bakal mendorong pemasaran produk unggulan desa melalui BUMDes untuk masuk ke even MotoGP, hotel, dan tempat wisata,” kata Doktor Honoris Causa ini.

Karenanya, Gus Menteri lantas mengusulkan agar alokasi anggaran dialihkan untuk pembangunan homestay, di empat kecamatan di sekitar Kawasan Mandalika, yaitu tiga kecamatan di Lombok Tengah yaitu Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Barat dan Praya Timur. Selain itu di Kecamatan Jero Waru di Kabupaten Lombok Timur.

Pembangunan Homestay ini, kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini, juga bisa menyertakan Dana Desa di sejumlah desa setempat. Bahkan pengelolaan Homestay bisa dilakukan oleh BUMDes bekerja sama dengan masyarakat gunakan sistem bagi hasil.

Jika alokasi dana semula Rp9,4 Miliar ditambahkan dengan Dana Desa, maka bisa membangun Homestay sebanyak 752.

Sistimatikanya, potensi dana di Kemendesa PDTT Rp 9,4 miliar sebagai stimulan (hibah ke Bumdes) dan potensi sekitar 25 persen sebesar Rp 20,7miliar.

“Dengan demikian, akan terkumpul dana Rp31 Miliar untuk 51 desa. Dana ini, jika diasumsikan untuk pembangunan sebesar Rp40 juta, maka akan terbangun 752 Homestay,” kata Mantan Ketua DPRD Jombang ini.

Lanjutnya, dari langkah yang bakal dilakukan Kemendes PDTT di Mandalika tersebut, maka pada November ini akan menerjunkan tim khusus ke kawasan Mandalika. Kemudian hingga Januari 202, akan mengidentifikasi potensi dan masalah di lapangan.

Selanjutnya di Februari 2021 nanti, bakal dimulai proses pembangunan Homestay, dan diperkirakan selesai Juni 2021. Sehingga nantinya langsung digelar promosi di Official Website MGPA.

“Kemendes PDTT juga bakal investarisasi desa-desa wisata di NTB, dan bakal mempromosikan di Official Website MGPA. Sehingga para wisatawan bisa mengetahui secara detail, dengan harapan mereka akan mengunjunginya,” kata Lurah Santri ini.

Dari rencana tersebut, Menko Luhut menyambut positif apa yang dipaparkan Gus Menteri ini, karena melibatkan masyarakat dan memberi efek langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Reporter: Mujiono
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga