Ekspor Komoditas Hasil Laut Mimika Alami Penurunan

Suasana rapat di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Rabu (23/11/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Suasana rapat di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Rabu (23/11/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar rapat koordinasi terkait dengan menurunnya ekspor komoditas hasil laut Mimika.

Dikutip dari mimikakab.go.id, rapat ini dipimpin Plt Bupati Mimika Johannes Rettob, di Kantor Pusat Pemerintahan, Rabu (23/11/2022).

Rapat diikuti pengusaha ekspor, maskapai, Syahbandar, KPLP Poumako, Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Mimika, Dinas Perikanan dan phak lainnya.

Kepala Disperindag Mimika Petrus Palliamba mengatakan, rapat ini untuk menggali persoalan-persoalan yang dihadapi eksportir hasil laut Mimika selama ini.

Sebab dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi penurunan ekspor komoditas hasil laut Mimika ke luar negeri.

“Jadi memang kami buat rapat ini dengan mengundang pihak-pihak terkait agar bisa mengetahui persoalan yang dihadapi dan mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya.

Lanjut Petrus, rapat ini juga diharapkan dapat kembali mendorong eksportir dan instansi terkait agar saling bekerja sama dapat memenuhi permintaan pasar luar negeri akan hasil laut Mimika yang semakin tinggi.

Plt Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, dari hasil pertemuan ini telah ditemukan persoalan, dimana ditingkatkan nelayan proses penanganan hasil laut seperti Udang tidak memenuhi standar yang diharapkan.

Selain itu, adanya regulasi baru dari Kementerian Kelautan yang mengubah hasil laut khususnya kepiting (karaka) layak ekspor, dari berat menjadi ukuran yang boleh dikirim ke luar negeri.

“Untuk persoalan ini saya minta kepada Kepala Dinas Perikanan untuk coba membuat surat kepada Kementerian Kelautan agar khusus di Mimika ada pengecualian,” kata John sapaan karib Plt Bupati Mimika.

Sementara dari sisi penanganan hasil tangkapan, John berharap menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, pengepul atau bahkan eksportir untuk bisa memberikan sosialisasi dan penyuluhan agar dari tingkatan nelayan, kualitas hasil tangkap betul-betul diperhatikan sehingga layak ekspor.

John menambahkan, terkhusus untuk instansi terkait yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan dokumen ekspor agar dapat membantu dan menjemput bola apa saja yang menjadi persoalan eksportir sehingga terjadi penurunan.

“Itu yang menjadi tugas kita sebagai pemerintah. Melayani kebutuhan masyarakat. Kita sudah menemukan persoalan-persoalan dari eksportir, nanti kita coba lihat agar kedepan ekspor kita kembali membaik bahkan meningkat,” tuturnya.

Untuk diketahui komoditas hasil laut Mimika yang selama ini diekspor ke luar negeri adalah Udang dan Kepiting. Negara tujuan antara lain Singapura, Malaysia dan Jepang.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.