Fakta Baru, Ternyata ada yang Danai Pencurian Konsentrat Freeport

Para tersangka saat diamankan aparat keamanan. (Foto: Saldi/ Seputarpapua)
Para tersangka saat diamankan aparat keamanan. (Foto: Saldi/ Seputarpapua)

TIMIKA | Polres Mimika terus melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pencurian konsentrat PT Freeport Indonesia di area Portsite, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Senin, 16 Januari 2023.

Dalam penyelidikan lanjutan, terungkap fakta baru. Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra mengatakan,  sesuai keterangan pelaku disebutkan, aksi mereka ada yang mendanai.

“Dari keterangan tersangka, ada juga yang mendanai kegiatan mereka dalam melakukan pencurian itu,” terangnya.

Meski demikian Kapolres belum memberikan penjelasan lebih detai terkait keterlibatan pihak yang mendanai aksi pelaku.

Mengenai status sembilan pelaku, kata Kapolres, mereka sudah ditetapkan tersangka. “Kita sudah tetapkan 9 pelaku sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan,” kata AKBP Putra saat ditemui di kantor pelayanan Polres Mimika, Sabtu (21/1/2023).

Sebelumnya penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika telah membeberkan peran para pelaku pencurian konsentrat emas milik PTFI yang terjadi di area Portsite, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Senin, 16 Januari 2023.

Kepala Satuan Reskrim Polres Mimika Iptu Sugarda Aditya B. Trenggoro empat or tersangka securiti yang merupakan karyawan PT GSS yang berada dibawah naungan Security Risk Management (SRM) PTFI, ikut serta dalam aksi pencurian tersebut lantaran dijanjikan imbalan atau fee.

“Untuk tersangka non karyawan, ada yang berperan aktif langsung untuk mengambil (mencuri) konsentrat di Portsite dan ada juga yang mengondisikan kendaraan,” ungkap Iptu Sugarda ditemui di Kantor Kejari Mimika, Selasa 17 Januari 2023.

Para pelaku masing-masing berinisial R (48), AN (37), A (25) dan P (28), sementara non karyawan berinisial FA (48), B (27), S (30), AN (23) dan AY (36).

Barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku antara lain 34 karung berisikan pasir konsentrat, uang tunai sebesar Rp65,7 juta, 8 unit handphone serta 1 unit kendaraan patroli milik Security Risk Management (SRM) Freeport nomor lambung 01-9684.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Arifin Lolialang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.