seputarpapua.com

FKUB Nabire: Ibadah Natal Terapkan Prokes dan Ikuti Himbauan Menag

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi

TIMIKA | Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Pdt. Junus Mbaubedari menegaskan pelaksanaan ibadah Hari Raya Natal di Gereja tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Pdt Junus menjelaskan, di Kabupaten Nabire sebagian besar gereja sudah menerapkan protokol kesehatan mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan, menyediakan masker hingga membuat pembatas pada tempat duduk di dalam gereja.

“Tapi saya akui juga bahwa ada yang belum,” katanya saat diwawancara jurnalis Seputarpapua.com melalui telepon selulernya, Selasa (8/12).

Sementara untuk pelaksanaan ibadah Natal nanti, tetap mengacu pada imbauan Menteri Agama dan juga Edaran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Imbauan Menag dan Edaran Kakanwil Kemenag Papua juga sudah diedarkan kepada pendeta maupun pengurus gereja agar diperhatikan dan bisa dilaksanakan.

Pelaksanaan ibadah Natal diijinkan diikuti baik di gereja maupun di rumah secara online.

“Natal ketika di gereja, hal yang pertama diperhatikan adalah penerapan Prokes (Protokol Kesehatan,red),” tuturnya.

Dikatakan, di tahun ini lebih banyak gereja yang tidak merayakan Natal Jemaat dan menunggu perayaan Natal pada tanggal 25 Desember nanti.

“Memang kelihatan ada banyak gereja yang tidak rayakan Natal, nanti tanggal 25 baru ibadah Natal pagi dan sore itu saja. Tapi ada beberapa saja yang rayakan Natal,” tuturnya.

Lebih lanjut Pdt. Junus mengimbau kepada seluruh umat beragama agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bukan tanpa alasan, ia mengaku bahwa pernah dipesankan oleh seorang dokter bahwa saat ini vaksin dan obat untuk pencegahan Covid-19 adalah patuh terhadap protokol kesehatan mulai pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

“Itu vaksin paling utama disaat sekarang ini,” ujarnya.

Bahkan, untuk masyarakat yang masih tidak mempercayai Covid-19 itu ada untuk lebih baik percaya dan patuhi Prokes.

“Kadang ada pemahaman bahwa orang Papua bilang barang virus itu sudah kebal dan itu datang untuk non Papua, tidak! Barang (Covid-19-Red) itu dia tra pilih muka. Dr. Sayori bilang dia kaya suanggi jadi ada divmana-mana,” jelasnya.

Apalagi saat ini banyak pasien terkonfirmasi Covid-19 tidak bergejala, sehingga pakai masker menurutnya sangatlah penting.

“Memang kenyataan membuktikan bahwa masih banyak masyarakat yang belum taat protokol kesehatan terutama pakai masker ketika di jalan,” tutur Pdt. Junus.

Sementara untuk jaga jarak atau menghindari kerumunan kata dia masih sulit apalagi di Kabupaten Nabire dalam waktu dekat juga akan melaksanakan Pilkada.

“Togel dan lain-lain itu juga bikin kerumunan tetap saja ada. Ini kami sudah imbau terus tapi memang belum baik melakukan itu,” katanya.

‘Jadi kami pesan, saya ingatkan jangan main-main, harus patuh protokol kesehatan,” tutupnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Misba Latuapo
Berita Terkait
Baca Juga