Freeport Ajak Mahasiswa Tanam 500 Pohon Kelapa di Area ModADA

TANAM - Penanaman pohon kelapa oleh PTFI di area ModADA. (Foto: Anya Fatma/SeputarPapua)
TANAM | Penanaman pohon kelapa oleh PTFI di area ModADA. (Foto: Anya Fatma/SeputarPapua)

TIMIKA | Divisi Lingkungan PT Freeport Indonesia mengajak mahasiswa di Kabupaten Mimika menanam 500 bibit pohon kelapa di area modified Ajkwa deposite area (ModADA) atau MP 39 PTFI seluas 5 Hektar, Senin (26/9/2022).

Penanaman pohon kelapa ini dalam rangka memperingati Hari Ozon pada 16 September. Dimana sebelumnya 15 September juga telah dilakukan penanaman di area Grasberg dan sosialisasi lingkungan di SMP YPJ Kuala Kencana pada 16 September 2022.

Peringatan dengan tema lindungi bumi untuk kehidupan bersama ini diikuti mahasiswa tiga perguruan tinggi diantaranya, Universitas Timika, STIE Jambatan Bulan, Politeknik Amamapare dan juga melibatkan PT Petrosea.

Masing-masing mahasiswa menanam satu pohon kelapa di setiap lubang tanah yang sebelumnya sudah disiapkan oleh tim enviromental.

ACT Manager Enviromental CentraL System and Project Division Enviromental PTFI, Pratita Puradyatmika, menjelaskan, penanaman kali ini berbeda dari biasanya karena yang ditanam adalah kelapa.

Tanam pohon kelapa tentu bukan tanpa alasan, Pratita menyebut di area tersebut sudah ditanam berbagai macam pohon tetapi selalu rusak karena dibakar oleh pendulang yang melintas.

Memilih pohon kelapa juga tidak melihat manfaat kegunaan yang banyak dari pohon kelapa mulai dari daun hingga akarnya.

“Tetapi di sini bahwa kelapa ini ketika berbuah, orang yang lewat sini haus pasti cari air, nah mungkin bisa dimanfaatkan sehingga bisa dijaga bersama,” kata Tito sapaan akrab Pratita ketika diwawancara di MP 39.

 

FREEPORT | Mahasiswa usai melakukan penanaman di area ModADA PT Freeport Inddonesia. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

Menurut Tito, ini juga tidak begitu signifikan dengan pohon lain, tetapi yang penting bahwa ini merupakan bagian dari upaya penghijauan yang dilakukan Freeport.

Ia mengatakan, menanam pohon kelapa ini tentu jarang dilakukan oleh banyak orang dalam kegiatan penanaman.

“Karena fungsi tanaman ini ketika dia besar menghasilkan buah yang bisa dimanfaatkan apalagi di sini jalur lintasnya banyak orang. ketika mereka dulu melakukan pembakaran terhadap tanaman yang sudah ditanam, mungkin mereka berpikir lagi ini mungkin berguna untuk saya ke depannya jadi saya harus pelihara. itu harapan kami,” jelasnya.

Mengajak mahasiswa ikut tanam pohon ini bukan untuk seremoni saja, tetapi bagaimana semua bisa terlibat aktif menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan.

Momen hari ozon ini dijadikan sebagai tonggak untuk mengubah perilaku hidup menjadi yang ramah lingkungan.

“Berfoto dan uplod ke medsos itu penting, tapi yang lebih penting dari itu bagaimana ini menjadi tonggak bagi kita semua untuk kemudian menjadi agen perubahan bagi lingkungan kita,” ucapnya.

Menjadi agen perubahan dengan memberikan pendidikan kepada teman-teman, anak-anak dan keluarga untuk membuang sampah di tempat sampah.

“Kalau kita punya sampah, simpan dulu sampai kita dapat tempat sampah baru buang,” pesan Tito.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.