Freeport dan BKSDA Lepas Liarkan 15 Ekor Burung Kasturi Kepala Hitam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
LEPAS - Proses pembukaan pintu kendang sebelum pelepasliaran ke habitat di alam hutan Kuala Kencana. (Foto: Ist/Seputarpapua
LEPAS | Proses pembukaan pintu kendang sebelum pelepasliaran ke habitat di alam hutan Kuala Kencana. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun (HCPSN) tahun 2021, PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Papua mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika mewujudkan rasa cinta terhadap puspa dan satwa.

Puncak kegiatan HCPSN tahun 2021 ini dilaksanakan PTFI bersama BBKSDA Papua dengan melepasliarkan 15 ekor burung Kasturi Kepala Hitam (Lorius Lory) ke habitat aslinya di area hutan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, pada Sabtu (6/11/2021).

“Pelepasliaran burung Kasturi Kepala Hitam ke habitat asliny di areal Kuala Kencana ini sebagai bentuk komitmen PTFI,l dalam mendukung pelestarian satwa endemik dengan tujuan, agar anak cucu kita masih bisa menikmat indahnya satwa-satwa dilindungi,” kata General Superintendent Reclamations, Biodiveristy & Education PTFI, Robert Sarwom, melalui siaran pers yang diterima seputarpapua, Sabtu.

Sebelum dilepasliarkan, 15 ekor burung Kasturi Kepala Hitam ini dirawat dan dipersiapkan menjadi liar di area Mile 21 PTFI.

Menurut Kepala Bidang KSDA Wilayah 1 Merauke, Irwan Effendi, satwa-satwa tersebut merupakan hasil Patroli Polisi Kehutanan SKW II Timika. Serta hasil kumpulan dari penyerahan sukarela masyarakat Kabupaten Mimika selama tahun 2020.

Saat satwa diamankan, beberapa ekor mengalami cacat pada bagian tubuh mereka. Setelah dilakukan perawatan di area MP 21 kondisi satwa semakin baik dan sudah dapat terbang sehingga bisa dikembalikan ke habitatnya.

“Kami berterima kasih kepada Departemen Environmental PT Freeport, yang senantiasa bersinergi bersama BBKSDA Papua. Khususnya seksi konservasi wilayah 2 Timika yang intinya kita bersama-sama menjaga keanekaragaman hayati, ” kata Irwan Effendi.

Kegiatan ini diperingati untuk meningkatkan rasa kecintaan dan kepedulian bersama. Dimana, upaya perlindungan flora dan fauna adalah bagian dari tanggung jawab berbagai pihak.

Edukasi yang tepat akan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk meningkatkan rasa cintanya bagi keberadaan flora dan fauna yang berada di lingkungan sekitarnya.

*Program Peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional di wilayah PTFI*

Peringatan HCPSN tahun 2021 diperingati masih dalam kondisi dan situasi pandemi, dimana protokol kesehatan menjadi salah satu poin yg di pertimbangkan.

Beberapa kegiatan yang di diselenggarakan antara lain lomba membuat video ditujukan bagi anak sekolah, mengambil tema perlindungan flora dan fauna di Papua, dan dibagi dalam 2 kategori peserta lomba terdiri dari anak sekolah tingkat PAUD dan TK dan tingkat SD hingga SMP di area Kuala Kencana dan Tembagapura.

“Selain lomba membuat video, siswa SD dan SMP Kuala Kencana dan Tembagapura mendapatkan sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian flora dan fauna dari perwakilan Taman Nasional Lorenz, Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Departemen Environmental PTFI,” kata Kristina Maria, penanggung jawab program edukasi Departemen Environmental PTFI.

Sejarah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali digagas oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto, dan diperingati setiap tanggal 5 November di Indonesia setiap tahunnya.

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di area PTFI dan Kabupaten Mimika diharapkan dapat menjadi dorongan untuk membangun kecintaan masyarakat pada flora dan fauna.

Reporter: Mujiono
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga