Freeport: Dua Karyawan Korban Penembakan Dirujuk ke RS Tembagapura

Freeport Klaim Jalur Tambang Aman, Tapi Polisi Bilang Begini
Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama

TIMIKA | Manajemen PT. Freeport Indonesia sangat berduka atas insiden penembakan yang menewaskan seorang pekerjanya di perkantoran Kuala Kencana, Mimika, Papua, Senin (30/3).

“Kami sangat berduka atas kehilangan satu orang rekan kerja. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Juru Bicara PT. Freeport Indonesia, Riza Pratama.

Selain korban tewas, dua korban yang mengalami luka serius sedang dibawa ke RS Tembagapura. Sementara empat orang korban lainnya mengalami cedera ringan dan telah mendapatkan perawatan di lokasi.

“Pasukan keamanan pemerintah (TNI/Polri) dan pihak security perusahaan telah mengamankan lokasi kejadian, dan telah mengevakuasi semua karyawan dari kantor dan kawasan yang berada di dekatnya,” kata Riza.

Riza menambahkan, prioritas utama perusahaan adalah memastikan keselamatan para karyawan dan keluarga mereka.

“Kami akan menyampaikan informasi selanjutnya bilamana ada laporan perkembangan baru dari kejadian ini,” pungkasnya.

Adapun seorang karyawan PT. Freeport Indonesia yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru, Graeme Thomas Wall tewas dalam insiden penembakan tersebut.

Serangan KKB diduga pimpinan Joni Botak dan rekannya Gusbi Waker, juga melukai dua pekerja yakni Jibril M.A Bahar tertembak di paha, serta Ucok Simanungkalit terkena serpihan peluru di siku kanan dan punggung.

Reporter: Sevianto
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar