Freeport Dukung Pelaksanaan Riskesdas Kabupaten Mimika 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SAMPEL | Petugas kesehatan saat melakukan pengambilan sampel darah kepada salah satu warga. (Foto:Ist/Seputarpapua)
SAMPEL | Petugas kesehatan saat melakukan pengambilan sampel darah kepada salah satu warga. (Foto:Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) adalah salah satu riset skala nasional berbasis komunitas dan telah dilaksanakan secara berkala oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI, yang hasilnya telah banyak dimanfaatkan untuk tujuan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program pembangunan kesehatan baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

Pelaksanaannya secara berkala, telah dilakukan sejak 2007, 2010, (secara berkala tiap tiga tahun sekali), dan terakhir 2018 lalu.

Di Kabupaten Mimika baru pertama kali dilakukan dan menjadi pioner. Di Provinsi Papua.

Riskesdas di Kabupaten Mimika dimulai Rabu (10/11) hingga Selasa (13/12) di 8 kampung di pesisir selatan Kabupaten Mimika, mulai dari Kampung Tipuka, Ayuka, Nayaro, Nawaripi, Koperapoka, Omawita, Fanamo, dan Otakwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan, mengumpulkan data bukan pekerjaan mudah. Namun hasil Riskesdas ini penting.

“Karena dari data yang terkumpul ini bisa terlihat ada dan tidaknya masalah disparitas (kesenjangan) kesehatan di masyarakat,”kata melalui siaran pers dari PT Freeport Indonesia yang diterima Seputarpapua.com, Rabu (10/11/2021).

Disparitas perlu dipelajari lebih lanjut, sehingga dapat dilihat kembali intervensi apa yang bisa dilakukan secara khusus, karena daerah yang satu tidak dapat disamakan dengan daerah lainnya.

Hasil kajiannya menjadi tolok ukur apa yang perlu lakukan agar bisa lebih cepat menyelesaikan masalah-masalah kesehatan masyarakat.

“Hasil dari Riskesdas 2021 akan dipakai untuk menilai tren perubahan derajat kesehatan masyarakat, penilaian perubahan capaian indikator derajat kesehatan, penilaian perubahan besaran faktor risiko terhadap derajat kesehatan dan penilaian perubahan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional,” kata Reynold Ubra.

Masih menurut Reynold Ubra, tujuan dilaksanakannya Riskesdas 2021, antara lain menilai status kesehatan masyarakat dan determinan yang mempengaruhinya.

Kemudian, menilai perubahan indikator status kesehatan masyarakat dan determinan yang mempengaruhinya. Serta menilai perubahan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) hasil pembangunan kesehatan di Kabupaten/Kota.

Riskesdas 2021 di Kabupaten Mimika dilakukan pada bulan November – Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan potong lintang (cross sectional), dengan kerangka sampel blok sensus dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Sasarannya adalah rumah tangga di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Sementara untuk metode pengumpulan data Riskesdas 2021, dilakukan melalui wawancara, pengukuran dan pemeriksaan.

Kegiatan yang dilakukan, yaitu wawancara indikator kesehatan masyarakat kepada semua angggota keluarga yang terpilih (sampel). Pemeriksaan biomedis, pemeriksaan gigi oleh dokter gigi. Indikator Riskesdas berbasis komunitas dengan unit analisis Rumah Tangga/ Anggota Rumah Tangga.

Indikator Riskesdas 2021, mencakup, pelayanan kesehatan meliputi akses pelayanan kesehatan, JKN, pengobatan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, dan pelayanan kesehatan tradisional.

Perilaku kesehatan meliputi merokok, aktivitas fisik, minuman beralkohol, konsumsi makanan, pencegahan penyakit tular nyamuk, penggunaan helm.

Lingkungan meliputi penyediaan dan penggunaan air, penggunaan jamban, pembuangan sampah, pembuangan limbah, rumah sehat, penggunaan bahan bakar.

Biomedis sendiri meliputi pemeriksaan malaria, HB, glukosa darah, kolesterol, trigliserida, antibodi (PD3I). Serta status kesehatan meliputi penyakit menular, penyakit tidak menular, gangguan jiwa-defresi-emosi, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan ibu-bayi-balita dan anak remaja, status gizi, cedera dan disabilitas.

*Dukungan PTFI*

Sebagai mitra pemerintah, PT Freeport Indonesia (PTFI) turut berperan aktif dalam pelaksanaan Riskesdas 2021 Kabupaten Mimika. Pada kesempatan ini PTFI menggandeng pihak Gereja Katolik Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL).

“Kita senantiasa mendukung pemerintah dalam setiap upaya pembangunan diberbagai sektor termasuk kesehatan. Kebutuhan data kesehatan yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan menjadi penting bagi semua pihak termasuk private sektor seperti PTFI dan masyarakat,” Manager External Relations, Corporate Communications PTFI, Kerry Yarangga

Reporter: Mujiono
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga