Freeport Evaluasi Sistim Keamanan di Kuala Kencana

Arief Nasuha
Arief Nasuha

TIMIKA | PT Freeport Indonesia akan mengevaluasi sistim keamanan di Kuala Kencana menyusul peristiwa penembakan 3 orang pekerjanya yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Joni Botak, Senin (30/3) lalu.

Kuala Kencana merupakan pusat pemukiman pekerja dan perkantoran PT Freeport Indonesia di dataran rendah. Wilayah ini berjarak 25 Km dari pusat kota Timika, Papua.

Tidak semua orang bisa masuk ke Kuala Kencana, hanya yang memiliki tanda pengenal sebagai pekerja dan keluarga pekerja. Diluar dari pada itu wajib menunjukan indentitas diri untuk bisa masuk ke Kuala Kencana.

“Kami akan ambil langkah-langkah untuk mengevaluasi sistim keamanan di Kuala Kencana. Termasuk personel keamanan yang berjaga di pusat perkantoran di dataran rendah,” jelas Vice Presiden Security and Risk Management (VP SRM) PTFI, Arief Nasuha, di Kuala Kencana, Timika, Selasa (31/3).

Kata dia, selama ini satuan tugas (Satgas) yang melakukan pengamanan di PT Freeport Indonesia sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) adalah Polri dibantu TNI yang dinamakan Satgas Amole.

“Rapat koordinasi akan segera kami lakukan guna mengevaluasi kelayakan renpam (rencana pengamanan) khususnya di Kuala Kencana termasuk penguatan untuk kantor kita di OB 1,” terangnya.

IKLAN-TENGAH-berita

Penembakan di wilayah pemukiman dan perkantoran Freeport di Kuala Kencana baru kali ini terjadi. Selama ini penembakan yang dilakukan KKB selalu menyasar kendaraan tambang seperti bus pekerja dan dilakukan di jalan Timika – Tembagapura.

Lokasinya paling banyak terjadi aksi penembakan adalah di Mile 40 sampai 42, juga di Mile 50 sampai 53.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar