Freeport, Lemasa dan Lemasko Mulai Lakukan Pengawasan Terhadap YPMAK

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Arnold Kayame
Arnold Kayame

TIMIKA | Vice President Community Relation dan Human Right PT Freeport Indonesia Arnold Kayame mengatakan pihaknya mulai melakukan pengawasan terhadap program-program Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Pengawasan ini dilakukan bersama Lembaga Masyarakat Amungme (Lemasa) dan Lembaga Masyarakat Kamoro (Lemasko).

Arnold menjelaskan, YPMAK yang dulunya adalah lembaga kini sudah berubah sehingga semua yang dilakukan harus tunduk pada undang-undang yayasan.

Jika dilihat kembali MoU 2000, YPMAK didirikan oleh Lemasa, Lemasko dan PT Freeport Indonesia. Secara langsung, kedua lembaga dan perusahaan masuk dalam organ lembaga.

“Kita melihat kembali roh MoU 2000 itu. Untuk operasional jalannya yayasan itu semua dibawah lembaga adat dan Freeport, tujuan dasar itu kembali ke MoU 2000 mau memonitor dan memastikan semua program sosial benar-benar terwujud,” kata Arnold kepada wartawan di Jalan Budi Utomo, Timika, Rabu (25/8/2021).

Untuk melaksanakan ini, ada Perjanjian implementasi, gentelmen dan agreement yang dibuat bersama PT Freeport dan dua lembaga adat.

“Freeport, Lemasa, Lemasko bersama membuat program monitoring dan evaluasi. Lembaga adat punya hak untuk monitor secara bersama,” ungkap Arnold.

Untuk program monev ini, Arnold menyebutkan telah bekerjasama dengan Universitas Cenderawasih guna menyiapkan tools mekanisme tahapan monev.

Salah satu kerjasama yang dibuat oleh Uncen ialah melakukan survey desktop study yakni bagaimana melihat sekolah di Timika yang dibiayai YPMAK apakah pengelolaan sekolah sudah benar, muatan lokal sudah berjalan baik.

“Saat ini yang penting itu kita ada perjanjian implementasi supaya orang jangan punya prediksi atau mengkerdilkan lembaga adat, jangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arnold menyebutkan dengan adanya perjanjian ini, lembaga adat dan Freeport bisa bersama-sama terlibat.

“Kita lihat kampung mana butuh perhatian, disitu Lemasa Lemasko bisa suarakan itu,” tuturnya.

MoU 2000 antara Lembaga adat dan Freeport McMoRan

Arnold menjelaskan, Lemasa dan Lemasko adalah representatif masyarakat dua suku besar di Timika.

Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan yang didasarkan dari MoU 2000 yaitu komitmen lembaga adat dengan perusahaan Freeport McMoRan kala itu

Dalam MoU itu disebutkan bahwa pendiri YPMAK atau sebelumnya LPMAK ialah Lemasa yang diketuai oleh Tom Beanal dan Lemasko diketuai oleh Jacob Wamena.

“Kami semua berada disana, Freeport punya modal, yang punya wilayah ini masyarakat,” tuturnya.

Dalam MoU itu ada beberapa poin yang dijabarkan, salah satunya adalah ketika melakukan program atau kegiatan operasional perusahaan dan berhubungan langsung dengan masyarakat, hendaknya melakukan koordinasi dengan lembaga adat

Dari MoU itu, Lemasa Lemasko dan Freeport harus bersama bicara bentuk pelaksanaan eksekusi terkait social investmen di lapangan.

“Berangkat dari hal itu pelibatan dari lembaga adat ini semakin terstruktur kan lebih baik,” kata Arnold.

Hal ini juga seiring dengan perubahan-perubahan besar yang terjadi di perusahaan mulai dari kepemilikan 51,2 persen saham oleh pemerintah Negara Republik Indonesia.

Selain itu, ada pula perubahan terkait aturan SDGS yang disyaratkan oleh pemerintah.

“Saat ini kita juga mengarahkan masyarakat Lemasa Lemasko untuk mengikuti perubahan yang terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas YPMAK, Ferry Uamang mengatakan, terkait rencana pengawasan terhadap YPMAK yang akan dilakukan oleh PTFI, Lemasa, dan Lemasko pada prinsipnya tidak masalah.

“Jadi gak ada masalah Freeport, Lemasa, dan Lemasko melakukan pengawasan terhadap YPMAK. Karena yayasan ini yang mengelola dana kemitraan PTFI,” kata Ferry saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu malam.

Kata dia, Arnold Kayame mewakili Freeport memang ditugaskan untuk menangani dan mengawasi lembaga adat (Lemasa dan Lemasko).

Kemudian, Lemasa dan Lemasko memang fungsinya mengawasi pengelolaan dana kemitraan yang dikelola oleh YPMAK.

Ini karena, dana kemitraan yang dikelola YPMAK untuk memberdayakan masyarakat Amungme dan Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya.

Selain itu, lembaga Adat ini juga representatif dari masyarakat, yang mengawasi kinerja YPMAK dalam melaksanakan program-program.

“Apakah dana pengelolaan sudah benar dan tepat sasaran atau tidak, maka Lembaga Adat yang melakukan pengawasan. Jadi sudah benar, dari PTFI, Lemasa, dan Lemasko melakukan pengawasan terhadap kinerja dari YPMAK, ” tutur Ferry.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Baca Juga