Freeport Perkuat Daya Saing SDM Papua Melalui IPN Sambut Bonus Demografi 2030

Pengenalan cara pengoperasian alat berat menggunakan simulator di Institute Pertambangan Nemangkawi oleh instruktur. (Foto: Ist)
Pengenalan cara pengoperasian alat berat menggunakan simulator di Institute Pertambangan Nemangkawi oleh instruktur. (Foto: Ist)

TIMIKA | PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berupaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia Papua untuk menyambut bonus demografi Indonesia pada tahun 2030.

Salah satu program yang terus berjalan adalah penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat Papua melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) sebagai lembaga pendidikan vokasi non-formal, sekaligus pelopor pengembangan standarisasi tes penilaian kerja di Papua.

Dibangun oleh PTFI pada tahun 2003, IPN berfokus pada pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter dengan 91 persen siswanya merupakan siswa asli Papua.

FBeberapa program utama di IPN antara lain pelatihan kompetensi dasar (literasi), program MBA bagi karyawan bekerja sama dengan Sekolah Bisnis IPB, magang untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan, Papuan Sustainable Human Capital untuk meningkatkan kemampuan dasar dan kedisiplinan kerja, serta pelatihan kepemimpinan.

“Demografi Indonesia tahun 2030 dapat menjadi sebuah bonus yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia untuk dapat berkembang menjadi negara maju di dunia. Untuk itu, PTFI melalui Institut Pertambangan Nemangkawi terus mewujudkan komitmennya untuk membantu pemerintah mencetak generasi-generasi muda Papua yang unggul dan berdaya saing global, khususnya di bidang pertambangan,” kata Direktur IPN Soleman Faluk melalui keterangan tertulis kepada Seputarpapua.com, Rabu (4/11).

Disebutkan, Indonesia kini tengah mengalami proses perubahan struktur penduduk, di mana jumlah dan persentase penduduk berusia produktif, yakni penduduk yang berusia 15 tahun sampai 64 tahun, kian merangkak naik.

IKLAN-TENGAH-berita

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk berusia produktif ini akan mencapai lebih dari 200 juta orang, atau sekitar 70 persen dari total populasi Indonesia pada 2030 mendatang. Komposisi ini akan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi berusia produktif terbanyak di Asia Tenggara.

Melihat potensi tersebut, IPN pun terus beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan industri, hingga kini telah memiliki 15 jurusan teknik, seperti Heavy Duty Mechanic, Miner Underground, Electrician, dan Construction.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar