Freeport Rotasi Kerja, 140 Karyawan Mulai Turun dari Tembagapura

Kerry Yarangga
Kerry Yarangga

Untuk karyawan kontraktor dan privatisasi menjadi tanggungjawab masing-masing perusahaan.

Kata Karry, sebelum diturunkan dari Tembagapura, perusahaan sudah memastikan karyawan bebas Covid-19.

“Jadi karyawan sebelum turun, kami lakukan Rapid test maupun PCR (Polymerase Chain Reaction,red) untuk memastikan mereka bebas Covid-19,”ujarnya.

PCR dilakukan karena PT Freeport Indonesia memiliki alat tersebut untuk melakukan test terhadap sampel yang diambil dari karyawan.

Dikatakan Kerry, karyawan yang mendapat rotasi, selain mereka yang masuk dalam list memiliki risiko tinggi terpapar virus Corona, juga karyawan yang sudah lama bekerja di Tembagapura dan selama masa pandemi Covid-19 mereka tidak dapat turun ke Timika, maupun cuti.

“Program ini lebih kepada memberikan relaksasi kepada karyawan yang sudah lama bekerja selama Covid-19,” tuturnya.

Perusahan memberikan relaksasi satu bulan cuti terkait dengan rotasi kerja ini dijelaskan Kerry sesuai dengan perhitungan 14 hari masa inkubasi Covid-19, dan sesuai dengan protokol kesehatan yang terapkan pemerintah.

“Jadi kalau ada karyawan yang terpapar Covid-19, masih ada waktu 14 hari untuk berobat sebelum kembali bekerja,” katanya.

Kerry juga menambahkan, meski rotasi kerja diberlakukan, namun perusahaan memastikan produksi tetap berjalan.

“Kami pastikan produksi tetap jalan dengan pekerja yang diprioritaskan,”ujarnya.

 

Reporter: Misba
Editor: Aditra
2 of 2Next

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar