Freeport Tetap Perketat Prokes, Karyawan Bepergian Dua Kali Rapid antigen

PERIKSA | Petugas kesehatan PTFI saat melakukan pemeriksaan tes rapid antigen di basecamp. (Foto: Ist/Seputarpapua)
PERIKSA | Petugas kesehatan PTFI saat melakukan pemeriksaan tes rapid antigen di basecamp. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Manajemen PT Freeport Indonesia memperketat protokol kesehatan kepada karyawan yang bekerja di area pertambangan, baik di area _highland_ (dataran tinggi)maupun _lowland_ (dataran rendah)

Manajer Eksternal Corporate Communication PTFI Kerry Yarangga mengatakan, sampai saat ini manajemen PTFI tetap memperketat prosedur kerja di area pertambangan, baik terhadap karyawan kontraktor maupun PTFI.

Salah satu yang masih menjadi konsentrasi atau penekanan kebijakan di masa pandemi adalah pemberlakuan tes rapid antigen terhadap karyawan yang bepergian atau cuti untuk kembali ke tempat kerja.

“Untuk rapid antigen ini, kami berlakukan dua kali, baik rapid antigen dari daerah asal maupun setiba di Timika atau area jobsite. Dimana, setelah turun dari pesawat, penumpang Pesawat Airfast diarahkan melakukan pemeriksaan di basecamp, sebelum menjalankan aktivitasnya,” kata Kerry di Jalan Cenderawasih, Rabu (19/5/2021).

Selain itu, di dalam area kerja juga tetap memperketat protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Hal ini bertujuan, agar area kerja di PTFI tetap terkontrol selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Salah satu yang masih diterapkan oleh PTFI adalah dengan menerapkan shift kerja dan pembatasan-pembatasan di area kerja,” ujar Kerry.

Kata Kerry, dari penerapan kebijakan tersebut, pihaknya bersyukur angka kesembuhan penderita Covid-19 di area jobsite PTFI mencapai 99 persen.

Prosentase itu dilihat dari angka kesembuhan saat ini mencapai 2.927 orang. Dari kasus Covid-19 secara kumulatif yang sampai saat ini mencapai 2.960 kasus.

Sementara untuk angka kematian akibat Covid-19 di area Freeport 5 orang. Sedangkan untuk pasien terkonfirmasi positif yang dirawat 28 orang (_highland_ 16 orang dan _lowland_ 12 orang).

“Kami bersyukur, karena kondisi ini sejalan dengan yang disampaikan Wakil Bupati Mimika bahwa kasus di Timika menurun,” ujarnya.

Sementara menyangkut pelaksanaan vaksinasi di area kerja PTFI, Kerry mengatakan, sampai sekarang Manajemen PTFI masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait kepastian
pengadaan vaksin.

Advertisements

Terkait hal itu, PTFI akan mengikuti semua prosedur pengadaan vaksin yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Yang jelas kami sangat konsen apa yang diarahkan pemerintah dan berharap ada vaksinasi di lingkup PTFI,” ungkapnya.

 

penulis : Mujiono
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan