Freeport Upayakan Vaksin Sinovac Jika Resmi Digunakan Pemerintah

Johnny Lingga
Johnny Lingga

TIMIKA | PT. Freeport Indonesia akan mengupayakan mendapat vaksin sinovac yang didatangkan pemerintah Indonesia dari perusahaan bioteknologi di Beijing, China, Sinovac Biotech Ltd.

Vice President Bidang Government Relation PT Freeport Indonesia Johnny Lingga mengatakan, pihaknya ingin memesan secara internal vaksin CoronaVac itu bila resmi digunakan di Indonesia.

“Tapi kita harus mengikuti semua aturan yang ditentukan oleh pemerintah. Sampai sekarang kan belum terlalu jelas,” kata Johnny di Timika, Selasa (15/12).

Adapun pemerintah Indonesia sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin jadi dari Sinovac Biotech. Vaksin ini sekarang berada di fasilitas ruang penyimpanan khusus PT Bio Farma (Persero).

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 ini kepada masyarakat, dengan prioritas utama adalah tenaga kesehatan dan aparatur Negara.

Vaksin tersebut akan diteliti dan diuji dulu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapat izin penggunaan darurat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menerbitkan fatwa halal atas vaksin ini.

“Kemudian, sekarang belum jelas bagaimana pembagiannya. Tapi kita tetap berusaha, bagaimana nanti kita bisa dapat juga, karena vaksin itu penting sekali,” kata Johnny.

Perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 20 ribu karyawan dan menjadi salah satu klaster penyebaran virus corona itu, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penggunaan vaksin tersebut.

“Makanya, kita tunggu bagaimana nanti keputusan pemerintah. Juga Freeport terus berkoordinasi, bagaimana bisa mendapat bagian dari vaksin apabila secara resmi dan diendorse oleh pemerintah untuk pakai vaksin itu, maka itu yang kita ikuti,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.