Graeme Thomas Wall, Korban Penembakan Telah Bekerja 15 Tahun di Freeport

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Karyawan PT. Freeport Indonesia yang merupakan warga negara asing (WNA) asal New Zealand, Graeme Thomas Wall (57), tewas dalam insiden penembakan di Kuala Kencana, Mimika, Papua, Senin (30/3).

Jenazah Graeme Thomas Wall, telah diberangkatkan dengan pesawat Airfast dari Timika ke Jakarta untuk keperluan otopsi, pada Rabu (1/4) pagi.

“Pemberangkatan dengan Airfast dilakukan sesuai dengan ijin yang diterima dari Pemerintah Daerah Mimika,” kata Juru Bicara PT. Freeport Indonesia Riza Pratama dalam keterangan tertulis, Rabu

Riza mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan keluarga almarhum untuk proses pemulangan kembali ke negara asal (repatriasi) jenazah ke New Zealand.

“Keluarga besar PT Freeport Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini,” katanya.

Ia menerangkan, Wall telah bekerja bersama perusahaan tambang emas dan tembaga itu selama 15 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri, beserta empat orang anak.

Selain korban tewas, insiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu, juga menyebabkan dua pekerja cedera serius, Ucok Simanungkalit dan Jibril Bahar.

“Dua orang korban luka dalam insiden penembakan yang sama, saat ini dalam proses pemulihan di RS Tembagapura. Keduanya dalam kondisi stabil,” kata Riza.

Saat ini, perusahaan sedang bekerjasana dengan pasukan keamanan pemerintah (TNI-Polri) untuk meningkatkan keamanan pasca serangan penembakan brutal tersebut.

Polisi menyebut pelaku penyerangan adalah KKB pimpinan Joni Botak atau Joni Beanal dan rekannya Gusbi Waker, sayap militer separatis Papua Merdeka yang selama ini bercokol di Tembagapura.

Mereka melakukan penyerangan begitu sejumlah pekerja Freeport selesai melaksanakan rapat di kantor (office building/OB 1) Kuala Kencana untuk membahas penanganan pandemi COVID-19 di lingkungan perusahaan.

“Perusahaan sedang bekerja erat bersama pihak pasukan keamanan pemerintah untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan lebih lanjut di seluruh wilayah Kuala Kencana,” lanjut Riza.

Segera setelah terjadinya insiden, patroli pasukan bersenjata telah ditambah di seluruh Kuala Kencana, yang berfokus pada area-area pemukiman pada malam hari dan ditingkatkan pada area-area komunitas dan area kerja pada siang hari.

“Kami menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan para karyawan dan keluarga mereka,” katanya.

Di samping itu, tambah Riza, perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan yang berkantor di Kuala Kencana, hingga waktu yang dapat dinyatakan aman oleh pihak keamanan.

“PT Freeport Indonesia akan menyampaikan informasi selanjutnya bilamana ada laporan perkembangan baru dari kejadian ini,” pungkasnya.

 

Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar