Gubernur Lukas Enembe Sikapi Kritikan Kondisi Fisik Ganggu Pelayanan Publik

Pemkab Lanny Jaya Berdayakan Pengungsi Nduga Diapresiasi Gubernur
Lukas Enembe saat berkunjung ke Timika beberapa waktu yang lalu (Foto: Dok SP)

JAYAPURA | Gubernur Papua, Lukas Enembe menilai semua masukan dan kritik yang diberikan oleh sejumlah tokoh menyoal kondisi fisiknya.

Menurutnya, bahwa penyampaian pendapat yang datang dari sudut pandang setiap kelompok masyarakat Papua akan selalu diterima dan menjadi masukan yang berharga bagi kepemimpinannya, selama koridor yang digunakan selalu dalam ruang yang sejuk, damai dan beretika.

“Terkait argumentasi “Gubernur yang sakit-sakitan telah mengakibatkan kegaduhan birokrasi dan minusnya pelayanan publik” yang disampaikan oleh sebuah kelompok, Gubernur menyatakan bahwa argumentasi tersebut tidak berdasar,” kata Gubernur Lukas melalui juru bicaranya Muhammad Rifai Darus, Selasa (4/1/2022).

Gubernur menuturkan, bahwa pasca pengobatannya dari Singapura beberapa bulan lalu memang telah dilakukan. Sejumlah penataan organisasi pada Pemerintahan Provinsi Papua semata-mata untuk memperkuat koordinasi dan mengakselerasi kinerja.

Gubernur Lukas Enembe sambung Rifai, sebagai Warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pemenuhan hak atas kesehatan dengan berbagai macam cara, baik pencegahan dan penyembuhan.

“Proses pengobatan yang dijalani oleh Gubernur telah menempuh prosedur yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada, termasuk mendapat izin dari Mendagri untuk melakukan medical check-up bertepatan pada masa libur natal dan tahun baru 2022 kemarin,” jelasnya.

Dengan demikian, orang nomor satu di Papua itu meminta kepada sejumlah tokoh yang mendesaknya untuk mundur ataupun digantikan oleh pejabat yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat agar lebih dulu memperkaya diri atas informasi yang sahih terkait kondisi fisik Gubernur dari otoritas resmi ataupun yang berwenang.

“Gubernur menyayangkan narasi-narasi keliru yang masih dalam koridor hipotesis sudah dianggap sebagai sajian ilmiah oleh kelompok tersebut,” ujarnya.

Gubernur juga meminta maaf apabila dalam penyampaian beberapa pidato ataupun sambutannya di sejumlah acara terlihat terbata-bata dan tidak lancar, namun daya kritis dan manajemen kepemimpinan yang miliki masih teramat tebal dan kaya.

Ditambahkan, bahwa menjadi pemimpin bukan hanya membutuhkan mulut yang bisa berbicara, tetapi jauh dari itu, pemimpin membutuhkan otak yang mampu berpikir tangkas dan hati yang tulus dalam pengabdiannya.

“Gubernur Lukas Enembe juga menyampaikan agar masyarakat adat yang ada di seluruh tanah Papua untuk tidak terpecah oleh agenda-agenda yang bertendensi adu domba. Gubernur mengajak kepada seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang ada di Papua untuk menjaga perdamaian dan ketentraman. beliau tidak anti terhadap kritik, tapi jangan sekali-kali menggunakan atribut politik yang dapat memantik api polemic,” pungkasnya.

reporter : Adi
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.