Gubernur Papua Lukas Enembe Copot Tiga Pejabat di Lingkup Pemprov, ini Penggantinya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Foto: Vidi/SP)
Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Foto: Vidi/SP)

TIMIKA | Gubernur Papua Lukas Enembe copot tiga pejabat di lingkup pemerintah Provinsi Papua.

Tiga pejabat itu, yakni Kepala Dinas Pendidikan Christian Sohilait, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Yorem Wanimbo serta Direktur RSUD Jayapura Aloysius Giay.

Dilansir dari Papua.go.id, Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus menyebut pencopotan jabatan itu sebagai warning atau peringatan bagi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang tak maksimal menjalankan tugas.

Apalagi, Gubernur Lukas sampai-sampai menyatakan kekecewaan yang mendalam lewat tangisan, menyikapi lemahnya pelayanan publik di tiga institusi yang mendapat rotasi jabatan itu.

“Pergantian (pejabat) ini sebagai warning bagi yang lain, karena sejak kembali berobat dari Singapura, beliau ikuti secara sesaksama kinerja semua Kepala OPD. Bahkan beliau bertanya kepada seluruh staf khusus lalu tenaga ahli yang ada”.

“Dan ini evaluasi gelombang pertama, sehingga akan ada gelombang berikutnya lagi supaya semua pejabat berbenah. Artinya Kepala OPD yang raport-nya (merah) akan dielvaluasi total,” tegas Rifai, Jumat (20/8/2021).

Untuk RSUD Jayapura, Gubernur Lukas menyoroti lemahnya pelayanan rumah sakit terhadap pasien saat beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Lembaga kesehatan ini terkesan lebih mementingkan proyek infrastruktur, padahal pelayanan medis tak maksimal.

Sementara untuk dinas pendidikan, Gubernur berkeinginan agar pejabat lama berkonsentrasi menyelesaikan kasus dugaan korupsi di instansi itu.

Sedangkan pergantian di biro pengadaan barang dan jasa, berkenaan dengan adanya dugaan KKN yang dilabeli masyarakat terhadap institusi itu. Sehingga kepala daerah berkeinginan agar ada pembenahan didalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah provinsi.

Kata dia, Gubernur ingin supaya para pejabat di provinsi ini tidak berpikir tentang fee atau imbalan yang akan diterima terkait proyek di instansinya.

“Beliau ini fokus bekerja sebab setiap pejabat sudah punya honor dan gaji sehingga jangan pikir biaya tambahan lagi,”katanya.

“Tetapi tetap fokus untuk rakyat, membangun masyarakat. Oleh karena itu, dalam sisa dua tahun pemerintahan Gubernur Lukas akan tegas sekali supaya para pejabat ini tidak tersangkut masalah korupsi,” tambahnya.

Sementara, tiga Pejabat Eselon II yang dilantik Jumat siang menggantikan pejabat lama yang dicopot gubernur yakni, Debora Salossa sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua, Anton Mote sebagai Direktur RSUD Jayapura serta Protasius Lobya sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua.

Editor: Mish
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Protokol Kesehatan Bandara Timika saat PON XX Papua 2021
Protokol Kesehatan Bandara Timika saat PON XX Papua 2021
Kisah Yulius Uwe - Pemegang Rekor Dasalomba Indonesia
Kisah Yulius Uwe - Pemegang Rekor Dasalomba Indonesia
Jelang PON XX Papua, Infrastruktur Kelistrikan di Mimika Rampung 100 Persen
Jelang PON XX Papua, Infrastruktur Kelistrikan di Mimika Rampung 100 Persen
Satu-satunya di Indonesia, GOR Biliar Timika Siap Dipakai pada PON XX Papua 2021
Satu-satunya di Indonesia, GOR Biliar Timika Siap Dipakai pada PON XX Papua 2021
Melihat Kemegahan GOR Futsal di Mimika Jelang PON XX
Melihat Kemegahan GOR Futsal di Mimika Jelang PON XX
Polisi dan Tim Medis di Timika Suntik Vaksin Pelaku Usaha di Tempat Jualan
Polisi dan Tim Medis di Timika Suntik Vaksin Pelaku Usaha di Tempat Jualan
Si Jago Merah Hanguskan 8 Ruko di Timika
Si Jago Merah Hanguskan 8 Ruko di Timika
Turnamen Bola volly Distrik Mimika Baru Memperingati HUT ke 76 Kemerdekaan RI
Turnamen Bola volly Distrik Mimika Baru Memperingati HUT ke 76 Kemerdekaan RI
Freeport Gelar Upacara HUT RI di Tembagapura, Presdir: Mari Merawat Indonesia
Freeport Gelar Upacara HUT RI di Tembagapura, Presdir: Mari Merawat Indonesia
4 Tahun Seputar Papua Menggoreskan Tinta
4 Tahun Seputar Papua Menggoreskan Tinta
Baca Juga