Gubernur Papua: Satu Detik pun Tidak Boleh Tutup Mata Terhadap Penularan HIV dan AIDS di Papua

Gubernur Lukas Enembe saat menandatangani pakta Integritas sebagai komitmen memutus mata rantai penyebaran virus HIV Aids. (Foto: Adi/Seputarpapua)
Gubernur Lukas Enembe saat menandatangani pakta Integritas sebagai komitmen memutus mata rantai penyebaran virus HIV Aids. (Foto: Adi/Seputarpapua)

JAYAPURA | Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta stakeholder di Provinsi Papua untuk bergerak dan ciptakanlah sesuatu yang dapat membantu Provinsi Papua dalam penanggulangan HIV AIDS.

“Saya ingin mengajak seluruh steakholder untuk tidak hanya menunggu satu tahun lagi duduk di kursi yang sama memperingati hari Aids sedunia tanpa merealisasikan satupun di masing-masing instnasi. Jangan hanya sebagai abdi negara hanya siap bertugas untuk sebuah seremoni tapi bergeraklah dan ciptakanlah sesuatu yang dapat membantu Provinsi Papua dalam penanggulangan HIV AIDS,” kata Gubernur dalam sambutannya di hari Aids sedunia, Rabu, (1/12).

Gubernur berujar, peringatan hari Aids sedunia yang dihadiri seluruh forkopimda saat ini adalah sebuah bentuk solidaritas global untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai HIV Aids.

“Selain itu, peringatan Hari Aids Sedunia ini juga bertujuan untuk menghilangkan diskriminasi masyarakat awam terhadap orang-orang yang mengidap penyakit HIV AIDS. Untuk itu, saya mengajak saudara-saudara semua dan seluruh masyarakat Provinsi Papua untuk selalu memegang teguh prinsip global yakni jauhi penyakitnya bukan orangnya,” ujarnya.

Sebagai orang nomor satu di Papua tentu mempunyai tanggung jawab untuk membuat benteng yang kokoh terhadap penularan HIV Aids di bumi cenderawasih yang masih banyak sekali mitos yang tidak benar dan beredar ditengah masyarakat mengenai HIV tersebut.

Sehingga ini menjadi tugas semua pihak sebagai abdi negara untuk memberikan pencerahan kepada setiap orang agar tidak berkembangnya diskriminasi dan kekerasan sosia.

“Sebagai sesama umat manusia, saya dan saudara-saudara semua punya tanggung jawab yang sama untuk memberikan rasa nyaman bagi teman-teman kita yang terjangkit penyakit HIV AIDS. Setiap hari, mereka berjuang untuk menemukan sembuh dan pulih dari penyakit tersebut, tapi perjalanan mereka terkadang menjadi sulit oleh karena stigma negatif yang masih besar di tengah-tengah masyarakat kita,” katanya.

Ia menegaskan, satu detik pun tidak boleh menutup mata terhadap penularan dan penyebaran HIV Aids di Papua. Jika tidak melakukan langkah-langkah strategis, penyebarannya akan terus terakumulasi menuju angka yang sangat tinggi.
Saat ini kata Gubernur Lukas, setidaknya saat ini di Provinsi Papua terdapat 46.967 orang yang terinfeksi oleh HIV AIDS, Angka tersebut sangatlah besar.

“Sehingga saya bersama Jajaran Forkompimda Provinsi Papua dan segenap elemen akan menandatangani satu pakta integritas bersama, sebagai komitmen kita dalam memutus mata rantai penyebaran virus HIV AIDS di Tanah Papua dengan target di Tahun 2030 nanti kita sudah terbebas dari ancaman virus ini,” pungkasnya.

reporter : Adi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.