Gubernur Resmi Buka Konferensi Sinode Gereja Kingmi di Mimika

TIFA | Gubernur Lukas Enembe bersama bupati-bupati memukul tifa pembukaan Konferensi sinode Gereja Kingmi XI. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
TIFA | Gubernur Lukas Enembe bersama bupati-bupati memukul tifa pembukaan Konferensi sinode Gereja Kingmi XI. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Gubernur Papua Lukas Enembe secara resmi membuka Konferensi Sinode Gereja Kingmi  se-Tanah Papua di Gereja Marthen Luther, Jalan Agimuga, Mile 32, Timika, Senin (1/11/2021).

Pembukaan ini diawali dengan prosesi bakar batu yang diikuti ribuan masyarakat di halaman gereja, dihadiri Ketua Sinode Kingmi se-Tanah Papua Pdt. Benni Giyai, Gubernur Papua Lukas Enembe bersama istri Yulce Enembe.

Juga hadir Dirjen Binmas Krsiten Kementerian Agama, Bupati Paniai, Dogiayi, Nabire, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Bupati Puncak selaku Ketua Panitia Konferensi Gereja Kingmi dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng selaku tuan rumah.

Pembukaan konferensi ditandai dengan pemukulan tifa oleh Gubernur Lukas Enembe bersama bupati-bupati yang menghadiri acara pembukaan.

Konferensi yang diikuti 91 Klasis dan 13 koordinator wilayah ini akan berlangsung mulai 1 sampai 6 November 2021.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan, dengan konferensi ini akan menghasilkan program kerja yang berguna bagi jemaat Kingmi se-Tanah Papua.

Konferensi yang adalah sidang tertinggi Gereja Kingmi setiap 5 tahun ini diharapkan bisa menjadi kebangkitan bagi masyarakat Papua untuk memperkuat kesatuan seluruh masyarakat.

“Kita mau gereja Kingmi di Papua menunjukkan kasih, menjadi pembawa damai dan teladan dan berdiri didepan sebagai hamba Tuhan dan contoh bagi jemaat lain,” kata Bupati Eltinus.

Momen konferensi ini juga bisa menjadi kebangkitan bagi pemuda-pemudi jemaat Kingmi untuk mengambil bagian dalam berjalannya Kingmi di Tanah Papua.

“Saya ucapkan selamat atas pelaksanaan konferensi dan terima kasih kepada semua yang sudah membantu mensukseskan pelaksanaan konferensi,” tuturnya.

Ketua Panitia, Willem Wandik mengatakan sangat bersyukur karena konferensi yang sempat tertunda beberapa kali akhirnya bisa terlaksana.

Willem mengutip firman Tuhan dari Penghotbah 3:11a yang berbunyi, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

“Hari ini adalah hari yang indah yang ditetapkan oleh Tuhan untuk kita melakukan konferensi. Rencana Tuhan luar biasa,” ungkapnya dalam sambutan.

Bupati Puncak itu berharap ke depannya gereja, khususnya Kingmi mampu bertumbuh dimasa perkembangan teknologi saat ini. Kingmi harus melahirkan kader-kader terbaik dan mampu bersaing.

Ia berharap dalam pelaksanaan konferensi nanti bisa memilih Ketua Sinode Kingmi yang baru dalam keadaan damai.

“Terima kasih kepada 92 Klasis yang telah memberikan sumbangan uang, hewan ternak dan hasil kebun untuk kegiatan ini,” ucapnya.

Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Jannus Pangaribuan berharap konferensi Sinode XI ini bisa menghasilkan kesepakatan dan keputusan program terbaik sebagai acuan dalam pelayanan sesuai visi dan misi Kingmi dan menjadi hormat bagi Kemulian Tuhan.

“Selamat dan sukses untuk Konferensi Sinode XI Kingmi. Semoga menghasilkan kesepakatan yang mampu mengaplikasikan nilai-nilai ajaran Tuhan Yesus Kristus,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe yang didampingi sang istri, Yulce Wenda Enembe bersyukur bisa hadir diacara besar Gereja Kingmi.

Dia meyakini masih diberikan kemampuan hingga saat ini karena dukungan doa ribuan warga Kingmi.

“Doa bapak dan ibu menolong saya berdiri disini,”  ucap Gubernur.

Melalui istrinya, Gubernur Papua dua periode itu menyampaikan terima kasih untuk cinta tulus yang diberikan masyarakat Papua khususnya jemaat Kingmi kepadanya.

“Saya percaya semua bedoa untuk kesembuhannya beliau. Tadi beliau mengatakan sisa masa jabatan, bapak meminta doa dari seluruh masyarakat,” ucap Yulce Enembe.

Ia berharap konferensi bisa berjalan baik hingga selesai pada 6 November nanti.

Konferensi gereja yang lahir pada tahun 1928 akan berlangsung hingga tanggal 6 November dan akan diikuti 600 peserta resmi untuk membahas berbagai hal.

Salah satunya menentukan siapa yang akan menjadi pengganti Pdt. Beny Giay untuk memimpin Sinode Kingmi lima tahun kedepan.

Pdt. Beny memimpin Sinode Kingmi selama dua periode sehingga tidak bisa lagi dicalonkan. Ia berharap dalam konferensi kali ini lahir kader-kader baru.

Menurutnya konferensi Kingmi tidak hanya berpikir tentang misi Papua saja, tetapi bagaimana memperjuangkan Papua dengan cara membuka diri dan belajar.

“Bagaimana kita bisa bangkit. Bagaimana ini bisa terjadi, Kita akan perdalam lagi dalam pelayanan kita. Dalam konferensi ini Saya berharap kita membuka diri dan belajar,” tegasnya.

Dalam kesempatan inipun semua hamba Tuhan yang tergabung dari beberapa sinode bedoa dan untuk kesembuhan Lukas Enembe

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.