Gunakan Dana Otsus, Diskominfo Mimika Pasang 6 Unit VSAT di Daerah Pelosok

Kepala Diskominfo, Hilar Limbong Allo (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kepala Diskominfo, Hilar Limbong Allo (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tahun 2022 memasang Very Small Aperture Terminal (VSAT) menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus).

VSAT adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter.

Pemasangan VSAT untuk memberikan pelayanan internet di daerah pelosok yang tidak ada jaringan telekomunikasi.

Kepala Diskominfo Mimika Hilar Limbong Allo mengatakan, dari 6 unit VSAT yang dipasang, 5 unit berada di Distrik Amar dan 1 unit di Kampung Manasari.

Untuk di Kampung Manasari, VSAT yang yang dipasang sudah aktif. Bahkan, kepala distrik sudah melakukan ujicoba melalui video call langsung dengan Plt Bupati Johannes Rettob.

“Di Amar dan Manasari yang gunakan VSAT itu kami sewa bandwidth, dan di Manasari sudah on dan kepala distrik sudah melakukan percobaan langsung dengan video call dengan Plt Bupati,” kata Hilar ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/11/2022).

Pemasangan 5 unit VSAT tersebut, kata Hilar, menggunakaan anggaran yang bersumber dari dana Otsus tahun 2022.

Meski demikian, kedepan jika Diskominfo mendapat dukungan anggaran lagi, maka seluruh kampung yang berada di pelosok Mimika akan dipasangi VSAT.

“Dengan adanya Otsus ini kami berharap tahun depan bisa menambah lagi. Kalau kami mendapat dukungan dana, maka kami akan memasang di semua kampung,” kata Hilar.

Menurutnya, Dinas Pendidikan juga bisa memasang VSAT di masing-masing sekolah.

“Biayanya tidak mahal, yang kendala hanya biaya transportasi untuk membawa alat tersebut ke kampung,” ujar Hilar.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga memasang 25 menara penangkap sinyal atau Base Transceiver Station (BTS).

Menurut Hilar, awalnya pihaknya mengusulkan 30 BTS, namun yang diakomodir hanya 25 BTS, karena 5 BTS dikerjakan operator seluler.

“Untuk sementara berdasarkan data mereka (Kementerian) sudah mengirim sebagian di wilayah Mimika Barat Tengah dan 2 Kampung di Jita. Jadi BTSnya yang 18 meter saja, itu juga jangkauannya tidak bisa terlalu jauh, makanya di tempatkan di tengah kampung,” ujar Hilar.

Jika pemasangan BTS sudah selesai, maka untuk sementara pengelolaannya menjadi tanggungjawab dari  Kemenkominfo hingga tahun 2024. Selanjutnya, akan dihibahkan ke Diskominfo Mimika.

Apabila sudah dihibahkan, menurut Hilar, maka pihaknya akan menambah biaya bandwidth. Sebab, BTS yang dipasang Kemenkominfo kapasitasnya hanya 8 Mbps.

“Jadi, kalau penggunanya hanya 100 orang kebawah masih bisa, tapi kalau sudah 100 orang keatas maka akan loading atau kecepatannya akan berkurang. Karena kapasitas hanya 8 Mpbs, maka kedepannya Diskominfo akan mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kapasitasnya,” tutur Hilar.

Hilar mengatakan alat BTS yang sudah siap saat ini berada di Kampung Mapuruka, Uta, Wumuka, Noema, Wenim, Aindua, Umar, dan Kampung Yapakopa.

Selain pemasangan BTS Diskominfo Mimika juga juga akan memasang fasilitas internet menggunakan VSAT di distrik yang tidak tercover BTS dari Kemenkominfo.

“Kedepan juga saya akan pasang VSAT, dan ini hanya isi pulsa saja. Jadi Vsat ini kalau habis pulsanya maka akan stop dengan sendirinya,” pungkas Hilar.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.