Hamil di Usia Muda Bisa Berisiko Kematian, Berikut Penjelasan dr. Leo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi

“Pernikahan dini,” ucap dokter Leo mengutip lagu milik Agnes Monica, membuka percakapan tentang hamil di usia muda.

Undang-undang perkawinan di Republik Indonesia mengatur bahwa usia pernikahan yang tepat adalah pada usia 19 tahun.

Namun, pernikahan pada usia di bawah 19 tahun bisa saja terjadi dan diizinkan oleh Kantor Urusan Agama dan Kantor Pencatatan Sipil.

“Dibawah 19 tahun ya ada namanya pengecualian akibat sudah terjadi married by accident. Jadi ya KUA, Capil menyetujui pernikahan mereka,” kata dokter Leonard Pardede, pemilik RS Kasih Herlina, Timika. Rabu (23/6/2021).

Kehamilan yang terjadi pada perempuan dibawah usia 19 tahun menurutnya sangat berisiko, karena organ tubuhnya belum matang.

Dengan kondisi organ yang belum matang itu, sehingga untuk proses persalinan kemungkinan besar dilakukan operasi.

“Risiko pada ibu, kemungkinan besar dioperasi, karena organ dari pada anak-anak yang melahirkan itu belum matang,” ungkap dokter spesialis kandungan itu.

Baca Juga:

Risiko lainnya, bisa saja terjadi kecacatan pada rahim. Dan untuk kehamilan dan proses persalinan berikutnya juga pasti akan dilakukan operasi.

Apalagi pada ibu tersebut mengalami HB rendah. Bisa saja terjadi perdarahan bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Apakah ada ibu yang melahirkan, mati? ada,” ungkapnya.

Risiko kematian bisa terjadi apabila pada proses persalinan terjadi perdarahan, kemudian tidak bisa dihentikan.

dokter Leo, mengungkapkan bahwa semua dokter pasti tentu mengupayakan yang terbaik untuk pasiennya.

“Ketika dia proses persalinan kemudian terjadi perdarahan kemudian tidak bisa kita berhentikan, ya apa boleh buat, risiko kematian itu bisa terjadi,” tuturnya.

Risiko hamil di usia yang masih muda ini tidak hanya mengancam ibu, tetapi juga bayi yang dikandung.

Pada bayi yang dikandung oleh ibu yang masih muda, ketika proses persalinan terhambat bisa mengakibatkan kesakitan pada bayi atau bahkan risiko yang lebih buruk.

Bahkan, bila pada kehamilan tersebut sang ibu dengan gizi rendah, akan berdampak buruk seperti anak akan menjadi kurang gizi hingga menderita stunting.

Menurutnya, anak-anak yang mengalami kurang gizi bisa saja mengalami IQ rendah, pendidikan terhambat.

“Otomatis ya kalau namanya IQ rendah kan tidak baik buat kehidupan dia di masa yang akan datang,” kata dr Leo, sapaan akrabnya.

Tidak hanya itu, anak-anak bisa juga menderita penyakit kardiovaskular, jantung, gula. “Bisa dari Stunting itu juga, gizi salah,” katanya.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Pasukan TNI Tidak Akan Ditarik dari Papua, Ini Penjelasan Panglima
Pasukan TNI Tidak Akan Ditarik dari Papua, Ini Penjelasan Panglima
Baca Juga