Hanya Ada Satu Musim, Puncak Musim Hujan di Timika Terjadi Dipertengahan Tahun

Forecaster BMKG Moses Kilangin Timika, Sony Hartono saat menjelaskan mengenai cuaca bulan Mei di Timika, Rabu (4/5/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Forecaster BMKG Moses Kilangin Timika, Sony Hartono saat menjelaskan mengenai cuaca bulan Mei di Timika, Rabu (4/5/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Forecaster BMKG Moses Kilangin Timika, Sony Hartono menjelaskan pada dasarnya di Timika hanya ada satu musim sepanjang tahun yaitu musim hujan.

Musim hujan ini terbagi menjadi dua yaitu musim hujan standar dan puncak musim hujan.

Berdasarkan data setiap tahunnnya bulan Januari hingga Desember selalu mengalami musim hujan. Sementara kriteria batas musim hujan adalah angka curah hujan hanya 100,0 – 150,0 Milimeter, sementara untuk Timika sendiri sudah melebihi batas dimana bulan Januari biasanya curah hujan mencapai 403,9 dan puncaknya adalah bulan Juli yakni 681,2 Milimeter, sementara bulan Desember adalah 426,2 Milimeter.

“Diantara musim hujan ini, ada beberapa bulan yang mulai menuju puncak adalah bulan Mei, lalu puncaknya adalah Juni, Juli dan Agustus, sementara hujan di bulan lain memiliki karakteristik yang berbeda,” jelas Sonny ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/5/2022).

Untuk bulan lain, hujan memang terjadi di sore hari kemudian cirinya adalah banyak petir, dan biasanya pada pagi dan siang cenderung cerah.

Sementara bulan Juni, Juli dan Agustus kebalikannya, bisa sepanjang hari gelap, tiap hari mengalami hujan ringan bisa sehari penuh bahkan selama enam hari bisa tidak terlihat sinar matahari dan tidak ada petir.

“Dibulan Mei ini memang istilahnya menuju ke puncaknya musim hujan dimana puncaknya ada di bulan Juni, Juli dan Agustus dan biasanya bulan Mei termasuk tinggi,” katanya.

Karena curah hujan yang rendah itu terjadi di akhir dan awal tahun sementara April, Mei mulai tinggi masuk ke Juni, Juli dan Agustus paling tinggi sementara mulai akhir Agustus curah hujan akan berangsur turun.

“Jadi untuk Mei ini cuacanya masih campur aduk, pagi masih cerah, sore kita lihat sore ini sudah mulai mendung di daerah utara seperti di SP3-Kuala sudah mulai hujan. Kemungkinan juga untuk beberapa hari kedepan cuacanya masih akan sama, pagi cerah berawan, sore ada peluang untuk hujan, namun biasanya hujannya nanti bisa bervariasi, bisa lebat, bisa juga tidak,” jelasnya.

Sony menerangkan kalau ada hujan di bulan ini kemungkinan ada petir sehingga harus diwaspadai karena awan-awan yang terjadi saat ini adalah awan orografis yang terbentuknya di gunung yaitu sebelah utara.

“Untuk beberapa hari kedepan, hujan itu mulai dari utara, kemudian kalau dia cukup besar, sebelah utara tidak sampai Tembagapura, di lembahnya akan terjadi di daerah utara yaitu kuala kencana dan SP3, kalau dia cukup besar baru dia akan terbawa ke kota Timika,” ungkapnya.

Sementara karakteristik bulan Juni hingga Agustus awannya muncul dari arah Timur.

“Saat ini juga pernah tiba-tiba muncul awan dari Timur jadi tiba-tiba hujan padahal kita sudah prediksi dua hari tidak hujan, ternyata awannya muncul dari Timur, cuaca di Timika memang susah di prediksi. Jika mau akurat biasanya enam jam, atau satu jam sebelumnya,” ungkapnya.

Menurutnya prediksi cuaca di Timika banyak faktor eror yang tinggi sehingga untuk cuaca pihak BMKG Mimika selalu mengupdate setiap waktu.

Sony juga menjelaskan mengenai gelombang laut di perairan Agats-Amamapare beberapa hari kebelakang gelombang cukup tenang, tinggi antara 0,5 hingga 1,5 meter.

“Saat ini kategorinya masih hijau atau masih rendah,” ungkapnya.

Sementara untuk udara masih aman sebab di Timika penerbangan selalu dilakukan pagi dan sejauh ini cuaca pagi hari cukup baik dan hanya terjadi hujan pada sore hari.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.