Harga Air Isi Ulang di Timika Kini Naik Rp10 Ribu Per Galon

Dinkes: Depot Air Jarang Uji Kandungan Kimia
Ilustrasi

TIMIKA | Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum Isi Ulang (Aspada) Kabupaten Mimika resmi menaikan harga air isi ulang dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per galon.

Kenaikan harga ini disepakati seluruh anggota Aspada menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mempengaruhi biaya operasional depot.

Ketua Aspada Mimika Husein, mengatakan meski harga BBM sudah naik sejak bulan lalu, namun pihaknya baru menyepakati kenaikan harga isi ulang galon per hari ini, Kamis (29/9/2022).

Kesepatan menaikan harga, setelah dilakukan rapat di Aula PKB Jalan Sp2-5 Timika, Papua Tengah.

“Berdasarkan kesepakatan bersama dengan menggunakan voting suara terbanyak dan analisis juga, kita sepakati naik menjadi Rp10 ribu,” katanya kepada Seputarpapua.com, Kamis (29/9/2022).

Kenaikan harga ini berlaku baik pengantaran ke rumah maupun ambil langsung di depot-depot.

“Kami tadi setelah diskusi telah memutuskan untuk menaikan harga Rp10 ribu nanti kita lihat tanggapan dari pihak terkait. Karena kita tidak bisa menunggu lama, kecuali di stop penjualan air kan tidak ada dampaknya, tapi kita tetap melayani pengantaran air. Aspada naikan secara spontan dulu sambil menunggu dari pemerintah seperti apa,” pungkasnya.

Meskipun telah mengadakan diskusi bersama Disperindag, namun pihaknya tetap bersepakat untuk menaikan harga menjadi Rp10 ribu.

Dalam pembahasan mengenai kenaikan harga ini juga turut hadir Sekertaris Disperindag Kabupaten Mimika, Selfina Pappang dengan proses diskusi yang cukup panjang.

Selfina mengatakan, pihak Aspada memang merasa kesulitan dengan biaya operasional disebabkan oleh BBM dan dari Aspada meminta untuk menaikan harga Rp10 ribu.

Namun Selfina, mengatakan pihaknya telah menyampaikan agar akan dihitung secara proporsional supaya kenaikan harga juga dilihat dari kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

“Kami akan hitung dulu dengan kenaikan BBM ini berapa tingkat kenaikan (air) yang wajar untuk kami laporkan ke pimpinan,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengadakan rapat lanjutan antara pihak Aspada, dengan unsue pimpinan seperti Plt. Bupati, Sekda atau Asisten bagian perekonomian, OPD terkait, juga pihak DPRD Komisi B.

Menurut Disperindag, apa yang disepakati oleh Aspada baru bersifat usulan, sehingga pihaknya akan mengecek tingkat kenaikan operasional akibat dampak kenaikan BBM ini. 

“Selain air galon, kalau pantauan kami di pasar, yang naik adalah telur dan besar sekitar 1000 per kilo, dampak kenaikan ini tidak bisa kita hindari karena dari segi produksi, mobilitas pasti naik makanya mereka selama ini sudah mengulur kesulitan dalam operasional,” ujarnya.

Menurutny,  semua pihak harus jeli,sebab air sangat dibutuhkan masyarakat sehingga kenaikan 1000 aja sudah sangat berdampak pada masyarakat.

“Kami akan upayakan, jangan mematikan usaha, apalagi kita (pemerintah) ada instruksi untuk membina UMKM dari Presiden, jadi akan kita lihat masyarakat tidak terlalu berat dan usaha tetap berlangsung. Kita melihat dua sisi,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.