Hari Buruh: Kisah Helena Mayoni, Buruh Perempuan 16 Tahun Menembus Pagi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kisah Helena Mayoni
Helen saat selfi di antara deretan truk milik PT Freeport Indonesia. (Foto: Ist/Seputarpapua)

SURYA belum berjaga di angkasa. Namun di tengah keremangan langit yang biru-gelap itu, seorang perempuan dengan mantap berjalan menuju perempatan rumah. Di kepalanya terpasang helm putih. Rompi jingga, berlapis jaket tampak anggun melekat di badannya. Dia memikul ransel dan di kakinya terpasang sepatu berlapis besi. Ia menapak jalan aspal tanpa ragu. Dia adalah Magdalena Mayoni (35).

Bagi Magdalena, aktivitas ‘menembus pagi’ untuk berangkat kerja ini sudah dia lakukan selama hampir 16 tahun, seiring karirnya di PT Freeport Indonesia.

Helen, sapaannya, adalah karyawan pada Business Support Department dan merupakan satu di antara ribuan perempuan yang bekerja di perusahaan tambang terbesar di dunia itu, yang beroperasi di Mimika, Papua.

“Ya kerjaan saya itu urus dokumen kontrak kerja karyawan, kerja sama dengan kontraktor, jadwal kerja dan arsip kerja,” terangnya saat ditemui di rumahnya di Timika, tepat di Hari Buruh, Sabtu (1/5/2021), siang.

Sejak lulus dari SMK Negeri 1 Kuala Kencana tahun 2004 lalua, Helen berkisah bukan perkara mudah menemukan lapangan kerja di masa itu. Dia mengakui harus bersaing dengan angkatan kerja laki-laki yang kala itu juga membutuhkan lapangan pekerjaan.

“Waktu itu saya sempat berpikir untuk kuliah dulu, baru kerja. Sempat kuliah di Jogja dan pindah ke Jayapura. Pas tahun 2005, saya dipanggil kerja di Freeport. Waktu itu, tanpa pikir panjang saya iyakan. September besok ini saya sudah 16 tahun bekerja,” kisah mantan atlet volli yang dua kali wakili Mimika di Kejurda Papua 2002-2003.

Awal bekerja di PTFI, diakuinya memang tidak mudah. Di awal masa kerja, ia ditugaskan di Tembagapura. Saat itu ia harus bergelut dengan cuaca dingin yang ekstrim serta harus rela tidak bertemu saudara setiap harinya. Meski demikian, ia cukup terhibur karena mendapat rekan-rekan kerja yang dapat bekerjasama dan membagi beban kerja.

“Waktu itu saya pikir, saya mulai suntuk. Tapi lama-lama saya anggap ini seperti tantangan. Saya lihat yang lain bisa, kenapa saya tidak bisa?” ujarnya.

Saat itu yang bisa dilakukannya untuk menghibur diri adalah dengan bermain volli dan jogging bersama rekan-rekannya. Motivasinya bekerja tidak lain adalah menunjukan bahwa dirinya bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang tua, bahkan membiayai keluarga.

Reporter: Yonri
Editor: Mish
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga