Hari Ini Cabor Para-Bulutangkis Mempertandingkan 36 Nomor Individu Babak Penyisihan Tahap I

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pertandingan Cabor Para-Bulutangkis tunggal Putra SL3
Pertandingan Cabor Para-Bulutangkis tunggal Putra SL3

JAYAPURA | Cabang Olahraga para – bulutangkis Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua yang digelar di GOR Cenderawasih, kota Jayapura, memulai pertandingan perdana untuk nomor individu.

Cabor para-bulutangkis pada Sabtu (6/11) telah menyelesaikan nomor beregu dengan Kalimantan Selatan keluar sebagai pemenang dan membawa pulang medali emas.

Technical Delegate (TD) Cabor para-bulutangkis Peparnas XVI Papua Jarot Hernowo mengatakan, pertandingan nomor individu memulai babak penyisihan tahap I mempertandingkan tunggal putra dan putri Lower 3 dan tunggal putra Lower 4 tunggal putra tuna rungu wicara dan tunggal putri tuna rungu wicara.

“Jadi hari ini secara keseluruhan mempertandingkan 36 nomor,” kata Jarot, di GOR Cenderawasih, Minggu (7/11).

Para – bulutangkis Peparnas XVI Papua diikuti sebanyak 26 kontingen dengan total peserta berjumlah 217 orang.

“Mereka akan merebut total medali sebanyak 48 emas di kelas elit sedangkan kelas nasional sebanyak 160 medali,” ujarnya.

Cabang Olahraga para – bulutangkis memiliki enam klasifikasi yang disesuaikan dengan kondisi atlet.

Baca Juga:

Cabor para-bulutangkis yang digelar di GOR Cenderawasih, kota Jayapura sudah menyelesaikan nomor beregu, pada Sabtu (6/11) dengan Kalimantan Selatan keluar sebagai pemenang dan membawa pulang medali emas.

Adapun enam klasifikasi tersebut yakni

Wheelchair 1 (WH1)
Atlet berkursi roda dengan keterbatasan pada kedua kaki dan fungsi tubuh bagian atas sangat terbatas.

Wheelchair 2 (WH2)
Atlet berkursi roda dengan keterbatasan pada satu atau dua kaki dan tubuh bagian atas normal atau keterbatasan minim.

Standing Lower 3 (SL3)
Atlet bisa berdiri dengan keterbatasan pada satu atau kedua kaki dan keseimbangan tidak bagus saat berjalan ataupun berlari.

Standing Lower 4 (SL4)
Atlet bisa berdiri dengan keterbatasan lebih ringan dari SL3. Keterbatasan bisa pada satu atau kedua kaki dengan keseimbangan bagus saat berjalan ataupun berlari.

Standing Upper 5 (SU5)
Atlet berdiri dengan keterbatasan pada tangan.
Short Stature (SS6).
Atlet dengan tubuh pendek karena faktor genetik yang sering merujuk pada kekerdilan.

“Keenam klasifikasi tersebut masuk dalam ranah National Peralympic Commitee (NPC) Indonesia juga International Peralympic (IPC),” pungkasnya.

Reporter: Adi
Editor: Batt
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Alami Cedera Otot, Ahmad Hidayat Tambah Emas untuk Jabar di Peparnas XVI
Alami Cedera Otot, Ahmad Hidayat Tambah Emas untuk Jabar di Peparnas XVI
Suhartuti Sumbang Emas untuk Riau di Laga Menembak Perdana Peparnas XVI
Suhartuti Sumbang Emas untuk Riau di Laga Menembak Perdana Peparnas XVI
Kuala Kencana: Kota Sejuk yang Jadi Venue PON XX
Kuala Kencana: Kota Sejuk yang Jadi Venue PON XX
Nina Gusmita Pecahkan Rekor Nasional Balap Kursi Roda di Peparnas XVI
Nina Gusmita Pecahkan Rekor Nasional Balap Kursi Roda di Peparnas XVI
Boy Levinus Waroy, Anak Nelayan Raih Emas Para-Renang Peparnas XVI
Boy Levinus Waroy, Anak Nelayan Raih Emas Para-Renang Peparnas XVI
Baca Juga