Hari ini Demo Tolak DOB, 1.181 Personel TNI-Polri Disiagakan di Kota Jayapura

Kompol L. Guruh Prawira Negara
Kabag Ops Polresta Jayapura, Kompol L. Guruh Prawira Negara. Foto: Ist

TIMIKA | Sebanyak 1.181 personel dari Polri dan TNI dikerahkan untuk mengamankan aksi jilid II dari kelompok Petisi Rakyat Papua (PRP) yang menolak Daerah Otonomi Baru.

Aksi demo tersebut menurut rencana akan berlangsung hari ini Selasa (10/5/2022) di Kota Jayapura, Papua.

Kabag Ops Polresta Jayapura Kompol L. Guruh Prawira Negara mengatakan, personel gabungan tersebut akan ditempati di beberapa titik, seperti di Taman Imbi, pertigaan Jaya Asri, Lingkaran Abepura, Auditorium Uncen, Perumnas III, Expo Waena dan yang terjauh di wilayah hukum Polsek Muara Tami.

“Jumlah personel keseluruhan totalnya ada 1.181 personel, yang terdiri dari Polri dan satuan elitnya dan gabungan TNI,” kata Kompol Guruh, Senin (9/5/2022) dalam keterangan persnya.

Pengamanan yang dilakukan berdasarkan penentuan titik kerawanan yang sudah dipetakan oleh intelejen, termasuk asrama-asrama mahasiswa yang sudah menjadi basis kelompok-kelompok yang akan melakukan aksi tersebut.

“Harapan kami kepada masyarakat khususnya di Kota Jayapura agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan aksi jilid II ini dengan ajakan-ajakan ataupun hasutan yang akan menjerumuskan anda ke ranah yang tidak diinginkan,” katanya.

Kabag Ops juga menegaskan, masyarakat Kota Jayapura menginginkan kenyamanan, sehingga pihak Kepolisian meminta untuk masyarakat tidak ikut-ikutan dalam kegiatan aksi yang menurutnya dilarang.

“Untuk daerah rawan bisa saja berubah, mengikuti eskalasi peningkatan massa maka akan dilakukan pergeseran personel untuk penebalan guna meniadakan gangguan Kamtibmas, semua untuk kenyamanan warga Kota Jayapura,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, aksi demo jilid II  tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian. Sehingga ia memastikan jika aksi tersebut dilakukan maka akan dibubarkan.

“Namun, dalam hal negosiasi atau penyampaian aspirasi secara baik-baik, akan diberikan waktu atau difasilitasi untuk bertemu DPR. Tapi bila eskalasi meningkat hingga menimbulkan chaos maka pasti kami ambil tindakan tegas terukur dengan membubarkannya,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.