Hari ini, Sebanyak 1.743 Siswa SMK dari Mimika, Puncak dan Asmat Wilayah Dengar Hasil Kelulusan

KELULUSAN | Pelajar di Timika usai mendengar kelulusan. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
KELULUSAN | Pelajar di Timika usai mendengar kelulusan. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Sebanyak 1.743 siswa SMK yang ada di Kabupaten Mimika, Puncak dan Asmat atau wilayah Me Pago B mendengarkan hasil kelulusan hari ini, Jumat (3/6/2022).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) John Lemauk mengatakan, pengumuman hasil kelulusan secara nasional diumumkan hari ini.

Untuk wilayah Mee Pago B, kata John diumumkan pagi hari, siang, dan sore. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan.

Secara keseluruhan jumlah siswa yang mendengarkan hasil kelulusan sebanyak 1.743 dari 23 sekolah.

Dari 1.743 siswa ini, belum dipastikan semua lulus 100 persen, mengingat masing-masing sekolah baru akan mengirimkan nilai, jumlah siswa, berapa yang lulus, berapa yang tidak lulus termasuk siapa nilai tertinggi, dari sekolah mana.

“Baru nanti ketahuan disitu. 1743 itu adalah usulan dari semua sekolah belum tentu apakah semua lulus atau tidak. Intinya kalau dari konsekuensi perkembangan yang sudah diatur dari pusat, provinsi ke kabupaten bahwa penentuan kelulusan itu dikembalikan ke sekolah masing-masing sehingga dengan dasar ini saya selaku ketua MKKS bisa mengatakan kalau 1.743 tadi kalau mereka aktif mengikuti seluruh proses, maka mereka dinyatakan lulus semua tapi kalau kita usulkan 1.743 kalau ada yang tidak efektif yah yang tidak tidak lulus,” jelasnya.

Dikatakan untuk penyerapan jumlah siswa yang diusulkan ikut ujian SMK tahun ini mengalami penurunan tahun ini di wilayah Mee Pago.

John yang juga merupakan Kepala Sekolah SMK 3 Mimika menjelaskan, khusus untuk SMK 3 Mimika jumlah siswa yang diusulkan untuk ujian tahun 2022 sebanyak 321 siswa, namun yang memenuhi syarat lulus sebanyak 316 siswa.

“Sementara yang lima orang itu dari pihak sekolah tidak tau keberadaannya dimana, tidak ikut ujian. Jika disesuaikan usulan berarti 5 yang tidak lulus jadi presentasinya 98,44 persen untuk SMK3,” katanya.

Ia berharap, agar semua sekolah bisa mengontrol siswanya saat mengumumkan kelulusan.

“Sesuai komitmen kepala-kepala sekolah bahwa dikembalikan ke sekolah, diumumkan secara sistematis yang diatur di sekolah masing-masing supaya tidak terjadi penumpukan atau kerumunan juga hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.