Herman: Ada Penarikan Retribusi Jutaan Rupiah dari Pedagang Pasar SP 2

KUNKER | Komisi B DPRD Mimika saat mengunjungi Pasar SP 2. (Foto: Muji/SP)
KUNKER | Komisi B DPRD Mimika saat mengunjungi Pasar SP 2. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Pada saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Pasar SP 2 dan SP 3, Kamis (29/10) Komisi B DPRD Mimika menemukan adanya penarikan retribusi dari para pedagang hingga mencapai jutaan rupiah.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Mimika Herman Gofur mengatakan, untuk bisa berjualan dan membangun lapak, pedagang dikenakan biaya Rp1 juta. Padahal pembangunan itu dilakukan secara pribadi oleh pedagang.

“Selanjutnya setelah membangun dikenakan retribusi 600 ribu-1 juta, dan itu masuk ke oknum bukan pemerintah. Dimana total pedagang di Pasar SP 2 sebanyak 80-100 orang,” katanya.

Sementara setiap terjadi persoalan di pasar tersebut, kata Herman, pemerintah selalu yang tangani.

Agar tidak merugikan pemerintah dan pedagang, maka kata Herman, harus ada kejelasan menyangkut permasalahan kepemilikan lahan pasar tersebut.

“Kalau itu milik pemerintah, maka harus ada langkah tegas untuk menertibkan oknum, sehingga dalam pemanfaatan pasar kedepan lebih baik,” katanya.

IKLAN-TENGAH-berita

Tetapi, jika itu milik oknum, kenapa ada bangunan untuk Mama-mama Papua yang dibangun oleh pemerintah.

“Ini merupakan persoalan dan kalau dibiarkan maka akan ada pertanyaan ini ada apa,” ujarnya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar