Hina Presiden Melalui Medsos, Seorang Mahasiswa di Kota Jayapura Diciduk Polisi

KETERANGAN PERS | Polisi memberikan keterangan pers dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti di Mapolda Papua. (Foto: Fnd/SP)
KETERANGAN PERS | Polisi memberikan keterangan pers dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti di Mapolda Papua. (Foto: Fnd/SP)

JAYAPURA | Seorang mahasiswa berinisil GM (25) harus berurusan dengan Tim Cyber Direktorat Criminal Khusus Polda Papua, akibat kedapatan mengunggah konten yang mengandung unsur penginaan kepada kepala negara di laman media sosial facebook dan youtube.

Tersangka yang sampai saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur ini di ringkus oleh aparat kepolisian di kediamnnya di wilayah Pasir Dua, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura pada tanggal Jumat (1/5) lalu.

Kasubdit V Siber Direskrimsus Polda Papua, Kompol Adanan Mangopang, menjelaskan, tersangka diproses hukum atas dugaan penghinaan terhadap lambang negara, dimana yang bersangkutan telah mengunggah gambar presiden dengan menggunakan topi bermotif bintang kejora hasil editan pada akun facebook miliknya.

“Dalam akun media sosial milik tersangka yakni facebook, instagram dan youtube sering memposting konten yang berisi SARA, hoax dan penghinaan terhadap pemerintahan yang sah saat ini,” kata Kompol Adanan Mangopang kepada pers di Mapolda Papua, Rabu (20/5).

“Salah satu postingan dari tersangka yakni memposting gambar presiden kita saat ini (Joko Widodo) menggunakan topi bermotif bintang kejora,” sambungnya.

Lanjut Adanan Mangopang, selain mengungah konten yang mengandung unsur penghinaan kepada kepala negara, tersangka juga di ketahui kerap mengunggah konten yang berkaitan dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), sehingga diduga yang bersangkutan adalah simpatisan dari organisasi tersebut.

“Dalam postingan di media sosial bukan hanya soal penghinaan, tapi banyak mengunggah kegiatan-kegiatan KNPB, sehingga dugaan kita yang bersangkutan adalah simpatisan dari KNPB, dan ini masih kita dalami,” terangnya.

Selain mengamankan tersangka, Tim Siber Polda Papua juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone, simcard, akun facebook milik tersangka dan hasil tangkapan layar hasil unggahan tersangka.

“Semua akun media sosial yang dimiliki oleh tersangka kami sita sebagai barang bukti untuk proses hukum selanjutnya,” ucapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tlTahun 2008, tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

 

Reporter: Fnd
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar