Hingga November, Terjadi 33 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Timika

Kepala DP3AP2KB Mimika Maria Rettob. (Foto: Anya Fatma/SP)
Kepala DP3AP2KB Mimika Maria Rettob. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Hingga bulan November tahun 2020, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mencatat telah terjadi 33 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala DP3AP2KB Mimika Maria Rettob menjelaskan dari 33 kasus itu, 13 kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami istri dan 20 kasus lainnya ialah kekerasan terhadap anak.

Dijelaskan, kekerasan dalam rumah tangga diantaranya perselingkuhan yang dilakukan suami hingga mengorbankan keluarga bahkan hingga terjadi penelantaran.

“Ada penelantaran anak, tidak sedikit. Banyak anak-anak yang pergi sekolah atau kuliah keluar tapi karena tidak dibiayai mereka pulang,” katanya saat diwawancara, Selasa (10/11).

Isteri dan anak-anak kebutuhannya banyak yang tidak diperhatikan oleh suami.

“Atas pengaduan dari korban makanya kita panggil mediasi. Hal ini banyak yang terjadi di lingkungan perusahaan,” tuturnya.

Terkait dengan kasus dimana kebutuhan tidak dipenuhi, DP3AP2KB melakukan mediasi, suami diwajibkan membawa salinan rekening koran gajinya.

Dalam persoalan ini, pihak pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berkoordinasi dengan pihak bank, sehingga ketika gaji masuk langsung ditransfer ke rekening istri.

“Supaya kita pastikan kalau misalnya punya penghasilan 10 juta, kita patok setengah atau mungkin 40 persen untuk istri untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang merasa ditelantarkan,” jelasnya.

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.