Honorer Bakal Dikurangi, Pemkab Mimika Perjuangkan 600 CPNS

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika mendata total sebanyak 3.066 tenaga honorer, baik yang tengah diberhentikan sementara mau pun yang dikecualikan di beberapa OPD.

Tenaga kontrak yang dikecualikan dari pemberhentian sementara yaitu guru, tenaga kesehatan, petugas pemungut pajak dan retribusi daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Perhubungan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Michael Gomar mengatakan, jumlah tenaga honorer yang terdata tersebut dipastikan bakal berkurang setelah dilakukan evaluasi dan verifikasi kembali.

Sekda Gomar mengklaim Pemkab Mimika kini sedang memperjuangkan 600 tenaga kontrak untuk diangkat menjadi CPNS.

“600 orang ini sementara dalam pengusulan dan mudah-mudahan bulan depan sudah selesai proses pengusulan dari Provinsi dan dengan pengangkatan honorer ke CPNS otomatis menjadi pengurangan tenaga kontrak,” katanya, Kamis (13/1/2022).

Selain itu, pihaknya juga pada bulan depan akan membuka perekrutan CPNS formasi 2021 dimana Mimika mendapatkan kuota CPNS sebanyak 274 orang.

Ia menjelaskan, kuota penerimaan sebanyak 274 orang formasi tersebut dibuka secara umum kepada semua tenaga honorer atau kontrak, untuk kualifikasi pendidikan terakhir SMA sebanyak 20 persen, S1 dan S2 sebanyak 80 persen.

“Sesuai dengan kebijakan daerah dan juga provinsi maka untuk 274 orang ini lebih diprioritaskan kepada tenaga kontrak atau pegawai tidak tetap yang selama ini mengabdi. Sehingga pada saat pendaftaran nanti, kontrak yang sudah ditandatangani menjadi bagian persyaratan yang harus dilengkapi,” jelasnya.

Persyaratan lainnya, lanjut Sekda, dimana kesempatan ini diperuntukan bagi tenaga kontrak berusia 35 tahun ke bawah.

“Dari 3.066 tenaga kontrak yang terdaftar, kita berharap dengan pengusulan perekrutan CPNS yang diberikan kepada Mimika kurang lebih 100 persen adalah pegawai kontrak atau honorer yang ada di OPD, sehingga jumlahnya bisa berkurang lagi dan tanggungjawab pemda untuk tenaga honor bisa berkurang,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga sedang mengusulkan untuk penambahan PPPK untuk formasi umum dan kesehatan.

“Kita sudah usulkan tapi belum ada perekrutan untuk umum dan kesehatan, semoga dalam waktu dekat bisa ada perekrutan,” ungkapnya.

Reporter: Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Baca Juga