Hujan Deras Guyur Timika, Sejumlah Lokasi Kebanjiran dan Pohon Tumbang

BANJIR | Luapan air yang menggenani rumah warga di Jalan Henggi. (Foto: Anya)
BANJIR | Luapan air yang menggenani rumah warga di Jalan Henggi. (Foto: Anya)

Hujan Deras Guyur Timika, Sejumlah Lokasi Kebanjiran dan Pohon Tumbang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BANJIR | Luapan air yang menggenani rumah warga di Jalan Henggi. (Foto: Anya)
BANJIR | Luapan air yang menggenani rumah warga di Jalan Henggi. (Foto: Anya)

TIMIKA | Sejumlah lokasi di Timika, Kabupaten Mimika, Papua kebanjiran setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak, Selasa (29/12) siang hingga malam.

Pantauan Seputarpapua.com, banjir terjadi di area Koperapoka, Sempan, Kawasan SP4, Kompleks Jalan Hengki, Kebun Sirih dan sejumlah lokasi lainnya.

Ketinggian air berkisar antara mata kaki hingga lutut orang dewasa.

Tidak hanya banjir, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Bhayangkara dan Jalan Yos Sudarso.

Sementara itu, warga Jalan Henggi, RT 19, Kelurahan Inauga, Selasa malam disibukkan dengan aktivitas memindahkan barang-barang di halaman rumah akibat luapan air kali.

Selain menggenangi halaman rumah warga, air juga memenuhi selokan yang baru selesai dikerjakan namun belum ditutup.

Mohamad, salah satu warga mengaku luapan air kali dan selokan ini dikarenakan aliran air dari selokan yang berada di depan SMA Negeri 1 mengalir ke lokasi kali, sehingga selokan tidak mampu menampung air.

Sementara untuk kali, sampah yang memenuhi kali juga tidak dikeruk sehingga air yang datang dari selokan terus memenuhi sehingga membuat air meluap ke rumah warga.

“Ini air dari depan sekolah sana semua masuk kesini sedangkan kali ini sudah penuh tidak dikeruk,” katanya kepada Seputar Papua saat melihat luapan air selokan.

Warga lainnya, Gani juga mengungkapkan hal sama, luapan air diakibatkan selokan yang baru dibuat.

Luapan air ini masuk hingga ke anak tangga di depan rumahnya yang model rumah panggung.

“Air naik ini karena baru bikin got (selokan/red) itu. Sebelumnya tidak begini,” ucapnya.

Gani yang memiliki beberapa ternak ayam yang biasanya berada di samping rumahnya terpaksa harus dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yosias Lossu mengatakan, pihaknya telah mengirimkan tim untuk memantau banjir disejumlah lokasi.

Menurutnya, lokasi banjir terparah berada di Koperapoka dan Kebun Sirih.

“Banjir terparah berada di Koperapoka dan Kebun Sirih,” kata Yosias saat dihubungi seputarpapua.com, Selasa malam.

Yosias mengaku, hingga kini dia belum mendapat laporan untuk wilayah Distrik Iwaka yang beberapa waktu lalu juga mengalami kebanjiran.

“Untuk di Iwaka saya belum dapat laporan,” pungkasnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga