Ibadah Dibatasi Tapi THM Bebas, Pastor Amandus: Pemda Mimika Inkonsistensi

Pastor Amandus
Pastor Amandus

Utler pun mengamini larangan ‘open house’ oleh Pemkab Mimika saat hari raya Natal. Ia berdalih, saling berkunjung bukan tolak ukur sukacita perayaan Natal. Namun bagaimana semua umat Nasrani memaknai Natal dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat ini masa Pandemi Covid-19, kita harus tetap melaksanakan Natal, namun harus dengan protokol kesehatan, jaga jarak, dan hindari kerumunan,” kata dia.

Uring-uringan soal prokes tak hanya menyangkut hari raya. Penutupan wisata kuliner di Pasar Sentral Timika yang digagas Disperindag Mimika tak luput diributkan.

Ironisnya, wisata kuliner itu ditutup ketika geliat ekonomi oleh para pelaku UMKM di sana semakin menggeliat. Tak dapat dipungkiri, ratusan pedagang kaki lima lagi-lagi kehilangan pendapatan.

Alih-alih penutupan sementara ini disebut mengikuti surat keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 6 tahun 2020 tentang penegakan protokol kesehatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia.

Kepala Disperindag Mimika, Michael Gomar mengatakan, keputusan ini juga berdasarkan perintah dan instruksi dari Bupati Mimika Eltinus Omaleng usai melakukan pertemuan bersama pimpinan OPD di lingkup Pemkab Mimika.

“Dengan berat hati dan permohonan maaf, saya harus sampaikan tempat wisata kuliner ini harus kita tutup dulu sementara, libur dulu,” kata Gomar, 19 November lalu.

 

Reporter: Sevianto Pakiding
Editor: Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan