“Ibuku Pahlawanku, Kami Bisa Sekolah dan Tak Kekurangan Makan”

Siyami (58) memanen jambu kristal di lahan miliknya, di Arsopura, Skanto, Keerom, Papua, Kamis (10/11/2022). (Foto: Indrayadi TH / Seputarpapua)
Siyami (58) memanen jambu kristal di lahan miliknya, di Arsopura, Skanto, Keerom, Papua, Kamis (10/11/2022). (Foto: Indrayadi TH / Seputarpapua)

KEEROM | Ibuku pahlawan, mungkin ini patut disematkan kepada Siyami (58). Dia hanya perempuan biasa, seorang petani, tetapi tak ingin anak-anaknya seperti dirinya.

Siyami bersama Almarhum suaminya mampu menyekolahkan kedua anaknya hingga ke perguruan tinggi, salah satunya telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pertanian, Kabupaten Keerom, Papua.

Perempuan kelahiran 1964 ini adalah tulang punggung keluarga, sejak kepergian sang suami Almarhum Abdul Mukhlis pada 20 Juli 2021 lalu di usia 67 tahun.

Bertani, menjadi pekerjaan Siyami setiap hari sejak bertransmigrasi tahun 1985 silam dari Bojonegoro, Jawa Timur ke Arso IV (Arsopura), Kabupaten Keerom, Papua.

Perempuan paruh baya ini mampu menggarap lahannya seluas kurang lebih satu setengah hektar, yang ditanami sekitar 200-an pohon jambu kristal.

Sebelum ditinggal suami Almarhum Abdul Mukhlis, mereka berdua terus dan terus bekerja tanpa kenal lelah untuk membiayai dua orang putrinya dan tak pernah mengambil kredit dari bank manapun.

Jerih payah itu membuahkan hasil, anak pertama Puswati (41) berhasil lulus dari Universitas Negeri Papua (Unipa) dan masuk menjadi ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Keerom.

Kini, dirinya harus kuat dan tegar menghadapi kenyataan, dengan menjadi kepala keluarga untuk membiayai hidup anak keduanya Istiqomah (32) yang masih duduk dibangku kuliah Universitas Terbuka (UT) Jayapura.

“Saya harus menjalani hidup, walaupun banyak rintangan yang menghalang. Karena saya percaya Allah Subhanahu wa ta’ala,” kata Siyami sembari membuat bungkusan plastik di rumahnya, plastik untuk membungkus jambu kristal agar tak dimakan ulat.

Dirinya hanya terus berdo’a agar anak kedua bisa menjadi orang yang dapat membanggakannya dan mandiri. Tak ada keluh kesah dalam bekerja, dirinya menjadi contoh bagi kedua anaknya. Tekadnya, walaupun dirinya tak bersekolah, ia yakin keduanya dapat lulus sarjana.

“Pesan saya, jangan ikuti jejak pendidikan kami. Tetapi kami akan berikan pendidikan yang terbaik anak-anak,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Puswati anak pertama dari pasangan Siyami dan Almarhum Abdul Mukhlis, bangga memiliki orang tua yang dapat memberikan motivasi kepada anak-anaknya.

“Dalam keterbatasan pendidikan dan penghasilannya, beliau memiliki tekad yang kuat bahwa anaknya harus berpendidikan. Karena hanya itu yang dapat mereka berikan, bukan harta atau jabatan,” kata Puswati sambil mata berkaca-kaca.

Didampingi suami Syahrul yang juga sebagai anggota polisi di Polsek Skanto Kabupaten Keerom, matanya pun mulai berlinang air mata, karena mengingat sang ayah. Tak henti-hentinya, ia berterima kasih kepada ibunya yang telah melahirkan dan merawat dirinya hingga bisa berdiri sendiri dan kini memiliki keluarga kecil.

“Terimakasih tak terhingga untuk kedua orangtua yang telah berjuang dengan susah payah demi kami anak-anaknya agar kami tidak kekurangan makan, agar kami dapat hidup layak, agar kami bisa bersekolah, agar kami dapat menggapai cita-cita. Terima kasih mama,” kata ibu beranak satu itu sambil menyeka air mata yang mengalir ke pipinya.

Sebagai anak, lanjutnya, terlalu banyak kebaikan kedua orang tua, terutama ibunda, tak akan bisa dibalas. Ribuan ciuman dan pelukan, kata Puswati, tak bisa dibalas dengan harta dimilikinya saat ini.

“Harapan kami, semoga Allah SWT senantiasa merahmati, menjaga dan melindungi mama dan memberikan tempat terbaik di surga bagi bapak. Semoga kami bisa membahagiakan mama,” tutupnya dengan isak tangis hingga tak bisa berkata-kata.

Seorang perempuan yang mengorbankan diri untuk keluarga dan orang lain adalah pahlawan kasih sayang yang telah berjuang di rintangan kehidupan.

Tanggapi Berita ini
reporter : IndrayadiTH

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.