Inflasi di Timika Mengalami Kenaikan dari 0,63 ke 0,92 Persen

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Trisno L Tamanampo. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kepala BPS Kabupaten Mimika, Trisno L Tamanampo. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, Papua pada bulan April 2022 kota Timika mengalami inflasi sebesar 0,92 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,38.

Angka ini mengalami kenaikan dibanding bulan Maret, dimana pada Maret 2022, Kota Timika mengalami inflasi sebesar 0,63 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,37.

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 90 kota IHK, 90 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan  sebesar 2,58 persen dan inflasi terendah terjadi di Gunungsitoli yaitu sebesar 0,22 persen.

Kota Timika menempati urutan ke-59 di Tingkat Nasional dan urutan ke-15 di tingkat Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua)

Kepala BPS Kabupaten Mimika, menjelaskan, perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2022 secara umum menunjukkan adanya kenaikan, untuk tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2022 terhadap April) sebesar 2,07 persen.

Dijelaskannya, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,16 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,8 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga Sebesar 0,03 persen, kelompok transportasi sebesar 3,08 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen.

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2022, antara lain minyak goreng, angkutan udara, ikan mumar, dan ikan cakalang,” jelas Trisno kepada Seputarpapua.com, Kamis (12/5/2022).

Sementara beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain cabai rawit, cabai merah, pertalite, mie kering instan dan pembersih lantai.

Pada April 2022 dari 11 kelompok pengeluaran, kata Trisno, ada 7 kelompok memberikan andil atau sumbangan
inflasi, dan 4 kelompok tidak memberikan andil terhadap inflasi maupun deflasi di Kota Timika.

“Kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,5253 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0004 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,106 persen,” kata Trisno.

Juga kelompok transportasi sebesar 0,279 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0039 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0145 persen.

Sementara kelompok kesehatan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman dan restoran tidak memberikan andil terhadap inflasi maupun deflasi di Kota Timika.

“Kelompok Makanan, minuman dan tembakau pada Maret 2022 mengalami inflasi sebesar 1,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 115,86 pada Maret 2022 menjadi 117,2 pada April 2022,” pungkasnya Trisno.

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.