seputarpapua.com

Ingin Beli Vaksin Mandiri, Freeport Tunggu “Lampu Hijau” dari Kemenkes

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Vice Presiden PTFI Bidang Hubungan Pemerintahan Jonny Lingga (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Vice Presiden PTFI Bidang Hubungan Pemerintahan Jonny Lingga (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Hingga kini Kementerian Kesehatan belum menjawab surat manajemen PT. Freeport Indonesia (PTFI) terkait pemesanan vaksin mandiri yang diperuntukan bagi karyawan dan keluarga yang bekerja di perusahaan tambang tersebut.

Vice Presiden PTFI Bidang Hubungan Pemerintahan Jonny Lingga kepada awak media, Selasa (23/3/2021) mengatakan, saat ini PTFI sedang berusaha agar bisa segera mendapatkan vaksin Covid-19 yang dikategorikan sebagai vaksin gotong royong atau vaksin mandiri.

Kata Jonny, pihaknya sudah menghubungi dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, bahkan bersurat langsung kepada Bio Farma, perusahaan yang ditunjuk pemerintah sebagai distributor.

Dimana didalam surat tersebut PTFI bermaksud memesan 70 ribu dosis untuk dua kali suntikan bagi 30 ribu karyawan dan keluarga baik Freeport maupun Kontraktor.

Bahkan pihaknya juga meminta tambahan jika diperbolehkan. Rencananya PTFI juga ingin memesan untuk penduduk di area kerja PTFI seperti di Banti dan sekitarnya supaya mereka pun divaksin.

Namun hingga kini, belum ada jawaban pasti mengenai maksud PTFI tersebut.

“Dari informasi yang kami dapatkan dari zoom meeting berapa waktu lalu, memang belum datang vaksinnya karena vaksin yang disediakan untuk gotong royong ini bukan vaksin sinovac, tapi Sinopharm, dan Moderna yang akan datang, saat ini dua jenis dan itu juga baru akan datang kuartal kedua tahun ini,” jelas Jonny.

Meski demikian, lanjut Jonny, koordinasi terus dilakukan baik internasional SOS kemudian melalui Mind ID, kementerian BUMN dan terakhir yang akan menjadi penentu adalah Kemenkes.

“Itu yang kita harap supaya pemerintah bisa cepat melakukannya, sambil menunggu persediaan tanggal pasti ada barangnya kita sudah siapkan beberapa persiapan logistiknya seperti untuk sinopharm ini harus disimpan pada suhu -2 dan – 3 derajat Celcius, kemudian untuk yang moderna harus disimpan pada suhu minus 20 derajat Celcius, Logistiknya sudah kita siapkan termasuk tenaga tenaga yang akan melakukan vaksinasi nanti yaitu dari internasional SOS,” katanya.

Dirinya mengaku sudah mempersiapkan semuanya, tinggal menunggu vaksinnya tiba.

“Kita sih berharap secepat mungkin busa dapat tapi dari informasi yang disampaikan sendiri oleh biofarma melalui zoom meeting Minggu lalu itu vaksin sinopharm yang datang ke indoneisia itu kuartal kedua itu bukan empat sampai bulan enam, jadi kita belum tau kapan,” serunya.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga