Ini 9 Tuntutan Suplier 7 Suku di Mimika

Massa saat melakukan aksi blokade di depan Check Poin Kuala Kencana, Selasa (9/7/2024). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)
Massa saat melakukan aksi blokade di depan Check Poin Kuala Kencana, Selasa (9/7/2024). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA, Seputarpapua.com | Kelompok Suplier 7 Suku di Mimika, Papua Tengah melakukan aksi blokade jalan menuju ke Kuala Kencana, Selasa (9/7/2024) menyampaikan sembilan poin tuntutannya.

Aksi blokade itu dilakukan usai mereka menyegel salah satu kantor kontraktor PT Freeport Indonesia yakni PT. Pengembangan Jaya Papua (PJP).

Koordinator akasi Yance Sani saat melakukan aksi blokade di depan check poin Kuala Kencana memaparkan, 9 poin kepada PTFI, pertama pihaknya bukan pengemis atau minta-minta, tetapi hanya menuntut hak sebagai orang asli Papua yang dilindungi oleh undang-undang.

Kedua, segera tutup PT Tri Boga, ketiga, kembalikan hak Purchasing Order (PO) kepada supplier 7 suku dengan perhitungan nilai bisnis yang lebih masuk akal dan manusiawi melalui perjanjian kerja yang jelas, transparan dan adil.

Keempat, copot para pihak yang terlibat dalam penghilangan, pengurangan dan pengalihan hak PO supplier 7 suku sebagaimana pernyataan kami tersebut di atas.

Kelima, hentikan sementara transaksi dengan para pihak sampai terjadinya kesepakatan bersama supplier 7 suku dengan PT FI dan PT PSU.

Keenam, wujudkan tindakan nyata jika memang PTFI dan PT PSU peduli terhadap kemajuan dan kesejahteraan OAP.

“Ketujuh, belajar dari kondisi dan permasalahan perlakuan tidak adil para pihak (sebagaimana yang kami nyatakan di atas) kepada kami, maka kami supplier 7 suku menuntut mendapatkan hak menjadi salah satu vendor utama sebagai wadah para supplier 7 suku untuk memenuhi kebutuhan logistik pada PT. PSU, berkaitan dengan hal tersebut, kami menyatakan siap secara manajemen untuk memenuhi standar kualitas yang diperlakukan,” tuturnya.

“Delapan, kami menuntut bahwa perlakuan serta praktek curang dan tidak adil kepada orang asli papua yang menjalankan usaha supplier pada linglingkungan PTFI dan PT. PSU tidak terjadi terulang lagi di kemudian hari,” imbuhnya.

Tuntutan terakhir, jika tidak ada penyelesaian yang adil dan transparan oleh para pihak. Massa akan terus melakukan pemalangan dan pembatasan aktivitas usaha kepada kantor PT. Tri Boga beserta perusahaan lain yang dianggap dan terbukti melakukan perampasan hak PO supplier 7 suku.

Yance menambahkan, selain melakukan blokade di depan Check Poin Kuala Kencana dan menyegel Kantor PT. PJP, pihaknya juga melakukan tindakan pemalangan dan pembatasan terhadap PT Tri Boga, PT PUMS, KOPKAR SARIMA.

“Hal itu (pemalangan) bukanlah tindakan kriminal, melainkan sebagai upaya dari pihaknya untuk memperjuangkan dan melindungi hak OAP,” tegasnya.

Advertisements

Aksi blokade di Kuala Kencana tersebut berlangsung dengan damai dan dikawal ketat oleh aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, massa masih berada di depan Check Poin Kuala Kencana.

Sementara itu, salah satu koordinator aksi Gerardus Wamang menerangkan konflik terjadi antara suplier 7 suku dengan pihak kontraktor PTFI terjadi karena adanya oknum yang masuk kemudian menguras seluruh Purchasing Order (PO) yang dialihkan ke PT Tri Boga.

“Saya punya jeruk mandarin saya sudah beli di Surabaya, sudah bayar ada 2 kontainer, sudah sampai di bawah, PO nya juga sudah sampai duluan ditangan, tiba-tiba PO nya ditarik terus dilempar ke PT. Tri Boga,” terangnya saat ditemui wartawan usai menyegel kantor PT. PJP

Advertisements

Ia dan rekan-rekannya sesama suplier berharap PTFI dapat dengan segera menyelesaikan permasalahan yang dialami dirinya dan rekan-rekannya.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Felix

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan