Ini Alasan Pemkab Asmat Meminta Bantuan Pengisian Tabung Oksigen ke Freeport

TIMIKA | Peningkatan kasus Covid-19 membuat semua pemerintah daerah di seluruh Indonesia melakukan berbagai upaya untuk penanganan dan pencegahan agar bisa menurun.

Seperti halnya Pemkab Asmat, Papua yang terus berupaya mendapatkan bantuan dalam penanganan pasien Covid-19, khususnya menyangkut ketersediaan oksigen.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Asmat adalah dengan meminta bantuan pengisian tabung oksigen medis berukuran 7 meter kubik ke PT Freeport Indonesia (PTFI).

Atas permintaan tersebut, Jumat (20/8/2021) Bupati Asmat Elisa Kambu menerima langsung bantuan berupa 50 tabung oksigen medis dari PTFI yang diserahkan Vice President Government Relation (VP Govrel) Jonny Lingga.

Bupati Asmat Elisa Kambu kepada wartawan menerangkan, sebelum pandemi penanganan pasien di rumah sakit untuk pengisian tabung oksigen pihaknya selalu mendatangkannya dari luar, baik Surabaya, Timika, maupun Merauke.

Namun setelah ada gedung RSUD baru (yang belum dioperasikan), pengisian tabung oksigen sudah bisa dilakukan sendiri. Tetapi kapasitasnya kecil, yakni 8-15 tabung oksigen setiap hari.

“Untuk itu, kami masih berupaya untuk mendatangkan dari Timika dan Merauke. Karena belum mencukupi,” kata Bupati Asmat usai menerima bantuan oksigen dari PTFI di area LIP, Kuala Kencana.

Namun 2-3 bulan terakhir ini, pada saat kasus mengalami peningkatan, pihaknya tidak mengetahui harus mencari kemana. Ini karena, kasus di Timika dan Merauke mengalami peningkatan, tentunya ketersediaan oksigen juga dibutuhkan.

Hal ini membuat puluhan tabung oksigen medis di Asmat ‘nganggur’ atau kosong.

“Sekitar dua minggu lalu kami mengajukan ke PTFI dan Puji Tuhan hari ini terjawab,” tutur Bupati.

Ia mengatakan, bantuan ini akan sangat membantu Pemkab Asmat dalam penanganan pasien Covid-19 khususnya yang membutuhkan penanganan yang

Dimana perkembangan penyakit Covid-19 di Asmat secara kumulatif sampai hari ini secara kumulatif sebanyak 1034 kasus. Kasus masih aktif 73. Pasien dengan gejala berat dan dirawat di rumah sakit sebanyak 9 orang. Serta 5 orang dirawat pada 3 puskesmas, yakni Puskesmas Atsj, Sawaerma, dan Pantai Kasuari.

Sementara isolasi mandiri 53 orang dan yang terpusat sebanyak 24 orang.

Dari angka itu, tingkat kesembuhan secara kumulatif sebanyak 970 orang.

Sedangkan yang meninggal dunia 13 orang. Dimana tahun 2020 lalu sebanyak 3 orang dan tahun 2021 10 orang.

“Yang meninggal dunia ini memiliki penyakit bawaan atau kormobit,” ujarnya.

Penyebaran penyakit COVID-19, tidak hanya terjadi di Agats (Ibu Kota Asmat), tetapi juga di distrik-distrik lainnya.

“Ada 9 distrik yang terkena. Namun sekarang tinggal 3 distrik, yang lainnya sudah hijau,” katanya.

Strategi Pemkab Asmat

Di masa pandemi ini Pemkab Asmat terus melakukan berbagai upaya dan terus berjuang bersama-sama.

Dimana startegi yang dilakukan, yakni menghentikan sementara kapal penumpang untuk tidak masuk di Asmat. Termasuk pesawat juga dihentikan, namun sekarang sudah berjalan kembali

Kemudian, tetap melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat, agar setiap kegiatan harus menjalankan protokol kesehatan.

“Masyarakat memang ada yang dengar ada yang tidak. Namun, kami tetap mengambil langkah-langkah,” ujarnya Bupati.

Sementara menyangkut pembatasan, memang dilakukan, seperti membatasi aktifitas toko tutup jam 19.00. Kemudian warung makan harus ‘take away’ atau tidak boleh makan di tempat. Sementara peribadatan, mulai Jumat ini sudah diperbolehkan untuk sholat.

“Untuk penanganan ini, kami tidak tinggal diam dan terus berupaya,” tuturnya.

Vaksinasi Baru Mencapai 12 Persen

Sementara untuk vaksinasi, di Asmat sendiri terus dijalankan. Dimana untuk ketersediaan vaksin, Pemkab Asmat menunggu logistik dari pusat. Namun untuk tenaga vaksinator siap, dan masyarakat di Asmat sangat antusias untuk mendapatkan vaksin.

“Sampai hari ini kami baru mendapatkan vaksin sebanyak 20.700 dosis. Dan yang sudah digunakannya 17 ribu lebih. Itu termasuk vaksin pertama dan kedua,” terangnya.

Untuk jumlah warga yang sudah tervaksin sebanyak 21 ribu penduduk dari total penduduk Asmat yang berhak di vaksin 90 ribu jiwa.

“Dari kondisi ini, maka baru 12 persen warga Asmat yang baru tervaksin,” kata Bupati.

“Jadi untuk vaksinasi tergantung logistik dari pemerintah pusat,” ujarnya.

reporter : Mujiono
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.