Ini Alasan Pemkab Mimika Belum Salurkan Bantuan ke Distrik Wania dan Miru

Kadis Ketahanan Pangan Mimika, Ir. Syahrial. Foto: Mujiono/SP
Kadis Ketahanan Pangan Mimika, Ir. Syahrial. (Foto: Mujiono/SP)

TIMIKA | Hingga Kamis (7/5), Pemerintah Kabupaten Mimika belum menyalurkan bantuan Sembako ke Distrik Mimika Baru dan Wania meski sudah tiga kali warga memblokade jalan raya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Ir Syahrial mengakui pihaknya belum menyalurkan bantuan Sembako ke dua distrik tersebut, karena pemerintah mendahulukukan wilayah pesisir pantai dan pegunungan.

Pendistribusian Sembako ke wilayah pesisir dan pegunungan didahulukan kata Syahtiarz agar masyarakat di kawasan tersebut tidak pergi ke kota sehingga penyebaran Covid-19 ini tidak meluas.

Alasan lainnya, beras yang dipesan dari dolog baru dibongkar dari kapal, kemudian pemerintah juga sedang melakukan pendataan terhadap warga yang berhak menerima bantuan.

“Dari alasan tersebut, maka kami distribusikan bantuan Sembako ke wilayah pesisir pantai dan gunung. Wiilayah pinggiran kota seperti Mimika Timur dan Iwaka,” kata Syahrial di Jalan Makarena, Timika, Kamis siang.

Ia menambahkan, data warga yang berhak menerima bantuan baru akan dimasukan kelurahan dalam dua Minggu ini.
Data tersebut kemudian divalidasi
agar tidak terjadi ada tumpang tindih penerima, karena di wilayah kota banyak penduduk.

“Data yang kami terima dan sudah dilakukan validasi oleh tim sebanyak 33.165 kepala keluarga (KK). Dan apabila diasumsikan dengan tiga orang anak, maka 165 ribu orang. Dan datanya sudah fix, sehingga kami akan distribusikan,” katanya.

Sementara, apabila ada orang yang belum terdata, maka akan dilakukan pendataan kembali agar semuanya merata.

“Bantuan untuk Covid-19 ini banyak sekali, mulai dari bantuan dari Pemkab Mimika, program keluarga harapan (PKH) dan bantuan langsung tunai (BLT) dari Kemensos, dan dana desa dari Kemendes. Bantuan-bantuan inilah yang kita kombinasikan, agar tidak terjadi pendobelan,” tuturnya.

Rencananya, besok kita akan melakukan penyerahan bantuan untuk wilayah kampung, sementara untuk kelurahan kemungkinan akan distribusikan Selasa pekan depan.

“Itu sebenarnya kota agak terlambat. Kami memahami kalau masalah perut tidak bisa ditunda. Tapi kami juga memiliki keterbatasan dan kami tidak menahan apa yang sudah jadi hak rakyat,”tambahnya.

Belum didistribusikan bantuan Sembako membuat warga memblokade jalan raya. Pada Senin (⅘) warga Kampung Hangjati memang Jembatas Selamat Datang di ruas Jalan Cenderawasih.

Kemudian, pada Selasa (5/5) warga Kelurahan Koperapoka melakukan aksi yang sama, dengan memblokade jalan di Jalan Bhayangkara.

Dan hari ini, Kamis (7/5) warga di Kelurahan Kwamki Baru, melakukan aksi pemalangan jalan di persimpangan Jalan Makarena, Trikora, dan Yos Sudarso.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar