Ini Alasan Peresmian Venue dan Hitung Mundur PON Papua Diundur

RAPAT | Rapat Panitia koordinasi peresmian Venue dan hitung mundur PON Papua. (Foto: Vidi/SP)
RAPAT | Rapat Panitia koordinasi peresmian Venue dan hitung mundur PON Papua. (Foto: Vidi/SP)

JAYAPURA | Peresmian sejumlah venue olahraga PON XX Papua yang sebelumnya akan berlangsung Selasa, (20/10) harus diundur ke tanggal 23 Oktober 202O.

Ketua Panitia yang juga Ketua Harian PB PON Yunus Wonda mengatakan, alasan peresmian venue, sekaligus hitung mundur pelaksanaan PON yang dilakukan secara virtual ini diundur agar persiapan panitia pelaksanaan lebih maksimal baik dari tim IT, broadcasting maupun tim acara.

“Kami mundurkan agar persiapan lebih maksimal, jadi kita memberikan waktu untuk agenda tersebut bisa berjalan karena bukan hanya tentang olahraga. Tapi kami menunjukan kepada seluruh masyarakat Papua dan Indonesia bahwa ini hasil yang sudah dipercayakan untuk menjadi tuan rumah PON. Termasuk akan ditampilkan budaya, adat dan pembangunan serta wisata,” katanya kepada wartawan usai melakukan Rapat Koordinasi bersama di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (18/10).

Yunus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat karena agenda tersebut dilakukan secara virtual.

Ia mengayatakan, agenda tersebut dilakukan secara virtual untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Secara virtual karena ini yang terbaik dengan berbagai pertimbangan yang sudah kami lakukan bersama dengan kepolisian Papua untuk bersama memutus mata rantai pandemi cLCovid-19 yang masih terjadi di Papua. Kami memohon maaf kepada semua masyarakat Papua, dilakukan virtual yang akan disiarkan langsung di media-media social dan media-media elektronik,” jelasnya.

IKLAN-TENGAH-berita

Sedangkan untuk agenda tersebut diawali dengan ibadah pengucapan syukur, serta hitung mundur PON dengan menampilkan 300an penari yang melibatkan sangar-sangar tari maupun penyanyi Papua dan dipastikan laga eksebisi tim PON Papua menantang tim PON Jawa Timur. Semuanya yang mengikuti kegiatan tersebut akan dilakukan pemeriksaan kesehatan rapid test.

“Ya mereka sebelumnya akan dilakukan rapid test untuk benar-benar pastikan aman dari Covid ini. Termasuk panitia, wartawan dan tamu undangan juga harus di rapid test,” ujarnya.

Dalam peresmian itu, Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua akan melaporkan progress pembangunan venue yang dibangun APBN, KONI Papua dalam mewujudkan sukses prestasi atlet PON, termasuk peluncuran data orang asli Papua, pergantian nama Bandar udara Theys Eluay dan Terminal Type B Kota Jayapura.

 

Reporter: Vidi
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar