Ini Cara Mamberamo Tengah Mempertahankan Zona Hijau Covid-19

TINJAU | Bupati Mamteng RHP saat meninjau pemeriksaan di Kobakma. (Foto:Humas Mamteng)
TINJAU | Bupati Mamteng RHP saat meninjau pemeriksaan di Kobakma. (Foto:Humas Mamteng)

JAYAPURA | Mamberamo Tengah menjadi salah satu daerah di 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua yang masuk dalam zona hijau pandemi Covid-19.

Meskipun sebelumnya diketahui ada empat kasus positif sejak Maret lalu, namun semua pasien itu telah sembuh.

Bahkan hasil pencapaian daerah zero Covid-19 yang dilakukan kabupaten itu mendapatkan apresiasi dari Satgas penanganan Covid-19 Provinsi Papua.

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak mengakui mempertahankan daerahnya tetap zero tanpa adanya Covid-19 dengan terus menerapkan protokol kesehatan super ketat.

Pemerintah masih membatasi akses keluar masuk dari kabupaten lainnya yang menggunakan akses transportasi darat.

“Pembatasan orang luar masuk kita batasi, jadi ada hari-hari khusus yang mereka bisa keluar belanja ke Wamena dan kembali itu langsung diperiksa. Protokol kesehatan ketat dan pembatasan aktifitas masyarakat baik di sekolah, gereja tetap kita pemerintah mempertahankan system itu,” kata RHP panggilan singkatnya di Jayapura, Sabtu (21/11/2020).

IKLAN-TENGAH-berita

Menurutnya, poin penting daerahnya masih bebas dari pandemi Covid-19 dengan memerintahkan seluruh petugas kesehatan untuk pro aktif memperhatikan semua pasien yang masuk di rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan swab test.

“Sakit apapun tetap pemeriksaan swab test, jadi kita (petugas kesehatan) siap di rumah sakit begitu ada pasien yang datang langsung pemeriksaan dan puji Tuhan rata-rata dirumah sakit paling banyak malaria, tidak ada Covid dengan dibuktikan hasil swab,” katanya.

Selain itu pemerintah bersama aparat keamanan terus memberikan himbauan dan sosilisasi protokol kesehatan tentang 3M, mencuci tangan, memakai masker dan tidak berkerumum dalam jumlah banyak.

“Jadi di gereja, pasar kita umumkan. Teman-teman dari polres jaga, kalau ada mobil banyak orang kita kurangi, batasi. Apalagi mereka dari luar seperti wamena, tolikara yang masuk karena penyebaran paling banyak dari sana. Jadi kembali kepada pembatasan menghasilkan hasil yang baik,” tuturnya.

Dirinya mengakui pembatasan aktivitas dan menerapkan protkes super ketat sangat tepat dilakukan kepada masyarakat. Pasalnya Ia mengaku tidak mudah untuk menyiapkan masker maupun tempat cuci tangan dalam jumlah banyak kepada masyarakat.

“Kerumunan di pasar kita kurangi, kalau siapkan masker dan cuci tangan itu perlu biaya yang besar. Sehingga kita bersama kepala suku, gereja tiap hari disampaikan bagaimana masyarakat jaga jarak. Kita tahu budaya di atas sangat kuat tiap hari orang bisa berjabat tangan dan kita kurangi,” tegasnya.

Oleh karena itu, pria yang baru saja menjabat Ketua Umum Tinju Papua ini mengapresiasi tugas dan tanggung jawab yang dilakukan oleh petugas kesehatan di Mamberamo Tengah yang terus sigap dalam memperhatikan kesehatan masyarakat.

“Saya terima kasih teman-teman di kesehatan, para dokter dan kadinkes di rumah sakit Lukas Enembe dan aparat keamanan yang pro aktif, sehingga sampai saat ini masih dalam kondisi normal. Jadi kembali kepada pemimpin daerah dan aparatur yang ada, kalau tidak bertindak pasti tidak aman, meskipun awalnya masyarakat tidak percaya, tapi setelah ada korban, ada pasien di wamena mereka liat dan kondisi itu buat mereka percaya dan patuhi pentingnya protocol kesehatan,” pungkasnya.

 

Reporter: Vidi
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar