seputarpapua.com

Ini Identitas Empat Pelaku Pembakaran Helikopter di Bandara Ilaga

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Empat anggota KKB yang diduga sebagai pelaku pembakaran helikopter di Bandara Aminggaru, Ilaga, Puncak, Minggu (11/4/2021). (Foto: Satgas Humas Ops Nemangkawi/Seputarpapua)
Empat anggota KKB yang diduga sebagai pelaku pembakaran helikopter di Bandara Aminggaru, Ilaga, Puncak, Minggu (11/4/2021). (Foto: Satgas Humas Ops Nemangkawi/Seputarpapua)

TIMIKA | Polisi mengungkapkan setidaknya ada empat orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran helikopter di Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu 11 April 2021 malam.

Hal itu disampaikan Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudussy dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Senin (12/4/2021).

Kombes Pol Iqbal Alqudussy mengatakan, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan aksi tersebut antara lain, Prenggen Telenggen, Abu Bakar Kogoya, Lerimayu Telenggen dan Numbuk Telenggen. Mereka sebelumnya telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Papua.

“TNI-Polri sedang memburu kelompok ini. Kami akan menindak tegas KKB yang melakukan aksi brutal di Ilaga,” tegasnya.

Iqbal juga menyampaikan, helikopter yang dioperasikan oleh Unitrade Persada Nusantara di bawah AOC PT Ersa Eastern Aviation itu, dibakar saat sedang terparkir di Bandara Aminggaru dan dalam keadaan rusak (perbaikan).

Kompol I Nyoman mengatakan, pihaknya baru saja melakukan olah TKP kasus pembakaran helikopter.

“Tadi (Senin pagi) kami baru habis olah TKP. Kaca depan heli dipecah dan dibakar. Tapi tidak semua badan pesawat dibakar, cuma di bagian depan saja,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia menyebutkan bahwa pihaknya menduga kuat pelaku pembakaran adalah KKB, yang juga sempat melepaskan tembakan di area Bandara Aminggaru, Ilaga.

“Kami duga pelaku adalah KKB. Mereka sempat buang tembakan tiga kali kemudian melarikan diri,” ucap I Nyoman, Senin pagi tadi.

Aparat gabungan TNI/Polri masih memburu kelompok bersenjata tersebut yang kerap melakukan serangan dengan taktik hit and run.

“Kami melakukan pengejaran, tapi pelaku belum didapat. Namun sekarang situasi sudah aman, sudah kondusif,” jelas Nyoman.

Ada pun gabungan kelompok militan Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu diduga bergeser ke Ilaga usai menembak dua orang guru dan membakar gedung sekolah di distrik Beoga.

Jenazah dua pendidik korban penembakan yakni Oktavianus Rayo dan Yonatan Renden telah diterbangkan ke kampung halaman di Desa Sa’dan Pebulian, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara, pada Sabtu 10 April 2021.

 

Reporter: Saldi
Editor: Misba
Berita Terkait
Baca Juga