Ini Laporan Resmi Pemerintah Terkait Bencana di NTT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Salah satu desa di Kabupaten Lembata, NTT yang terdampak banjir, Minggu (4/4/2021). (Foto: BNPB Nasional/Seputarpapua)
Salah satu desa di Kabupaten Lembata, NTT yang terdampak banjir, Minggu (4/4/2021). (Foto: BNPB Nasional/Seputarpapua)

TIMIKA | Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan 11 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tengga Timur (NTT) dan satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Kabupaten Bima terkena dampak badai siklon tropis seroja yang terjadi pada Minggu (4/4/2021).

Dalam jumpa pers virtual, Selasa (6/4/2021) Kepala BNPB, Doni Monardo menyatakan ke sebelas wilayah yang terdampak adalah Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka Tengah, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, dan Ende. Dari keseluruhannya, saat ini sebanyak 8.424 jiwa penduduk dinyatakan mengungsi.

Data resmi BNPB mengungkap, 81 orang dinyatakan meninggal, 25 orang luka-luka serta 103 orang masih dinyatakan hilang.

“Untuk data-data korban, sejauh ini masih fluktuatif (belum tetap). Data yang dihimpun itu dari pemerintah daerah kabupaten dan kota dan juga dari TNI dan Polri,” ujar Doni.

 

Tangkapan layar keterangan pers Kepala BNPB

 

Menurut Doni, Kabupaten Lembata menjadi perhatian khusus. Alasannya, di Kabupaten Lembata terdapat dua desa yang mengalami dampak paling besar. Juga karena kedua desa tersebut berada di kaki Gunung Ile Lewotolok.

“Yang seharusnya, dalam beberapa waktu ini, pemerintah daerah sudah merencanakan untuk merelokasi warga di sana. Namun karena adanya badai siklon ini, akhirnya mendapat dampak yang paling banyak,” sesal Doni.

Untuk saat ini, pihak BNPB dan Kementrian PUPR akan segera merancang rencana agar warga tersebut bisa segera direlokasi. Namun demikian, menurutnya TNI dan Polri sudah membangun dapur lapangan di daerah terdampak sehingga diharapkan kebutuhan logistik warga terpenuhi.

BNPB juga sudah menyiapkan empat unit helikopter yang dipakai untuk mendistribusi logistik ke beberapa daerah terdampak. Serta satu unit pesawat kargo di Kupan yang juga turut untuk distribusi logistik.

“Untuk Fasilitas Kesehatan, di semua tempat ada. Walaupun tenaga dokter masih terbatas. Dan Kementrian Kesehatan dan Kapuskes sudah berkoordinasi untuk mendatangkan sumber dokter dari beberapa provinsi,” pungkasnya.

 

Reporter: Yonri Revolt
Editor: Misba
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti